Periskop.id - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merilis daftar kota terpadat di dunia lewat laporan World Urbanization Prospects 2025. Jakarta menempati posisi puncak dengan populasi hampir 42 juta jiwa, mengungguli kota-kota besar Asia lainnya.

Laporan tersebut mendefinisikan kota berdasarkan batas administratif atau aglomerasi perkotaan. PBB memakai pemetaan satelit terhadap jejak perkotaan untuk menentukan kawasan yang dianggap sebagai satu kota berkelanjutan.

Kriteria yang dipakai mencakup jumlah penduduk minimal 50.000 jiwa dengan kepadatan sedikitnya 1.500 orang per kilometer persegi. Metode ini membuat batas kota dalam laporan PBB bisa berbeda dari batas administratif resmi suatu wilayah.

Berdasarkan hasil pemetaan itu, populasi Jakarta tercatat mencapai 41,9 juta jiwa per 2025. Angka tersebut setara populasi Kanada yang berjumlah sekitar 41,7 juta jiwa, dan hanya terpaut beberapa juta jiwa dari total penduduk Argentina.

Dhaka di Bangladesh menempel ketat di posisi kedua dengan 36,6 juta jiwa. Tokyo, Jepang, mengikuti di peringkat ketiga dengan 33,4 juta jiwa, disusul New Delhi, India, dengan 30,2 juta jiwa.

Dua kota asal China, yakni Shanghai dan Guangzhou, masing-masing menempati peringkat kelima dan keenam dengan populasi 29,6 juta dan 27,6 juta jiwa. Kairo, Mesir, menjadi satu-satunya kota di luar Asia yang masuk jajaran atas dengan 25,6 juta jiwa.

Posisi delapan hingga sepuluh diisi Manila di Filipina dengan 24,7 juta jiwa, Kolkata di India dengan 22,6 juta jiwa, dan Seoul di Korea Selatan dengan 22,5 juta jiwa.

Karachi di Pakistan menempati urutan ke-11 dengan 21,4 juta jiwa. Mumbai, India, mengekor di posisi ke-12 dengan 20,2 juta jiwa.

Tiga kota penutup daftar berasal dari luar Asia, yakni Sao Paulo di Brasil dengan 18,9 juta jiwa, Bangkok di Thailand dengan 18,2 juta jiwa, dan Mexico City di Meksiko dengan 17,7 juta jiwa.

Dari 15 kota teratas, mayoritas berasal dari kawasan Asia. India bahkan menyumbang tiga kota sekaligus, yakni New Delhi, Kolkata, dan Mumbai, sementara China diwakili Shanghai dan Guangzhou.

Dominasi kota-kota Asia dalam daftar ini menegaskan kawasan tersebut sebagai pusat populasi perkotaan global saat ini. Laporan PBB itu sekaligus menjadi acuan terbaru untuk memetakan tren urbanisasi dunia di tahun-tahun mendatang.