Periskop.id - Apa itu WAICO belakangan jadi pertanyaan banyak orang setelah China dan puluhan negara lain mengumumkan pembentukan organisasi baru ini. World Artificial Intelligence Cooperation Organization atau WAICO digagas sebagai wadah kerja sama internasional untuk menyusun tata kelola perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) secara global.

Organisasi antarpemerintah ini resmi terbentuk pada 16 Juli, meski wacananya sudah digaungkan China sejak tahun lalu. Setidaknya 29 negara sudah menyatakan bergabung, termasuk Indonesia.

Pembentukan WAICO diumumkan dalam pidato pembukaan World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai pada Jumat (17/7). Presiden China Xi Jinping menegaskan perlunya kolaborasi lintas negara dalam pengembangan AI agar tidak ada satu negara pun yang mendominasi teknologi tersebut.

Apa itu WAICO?

WAICO merupakan organisasi antarpemerintah yang bertujuan mempromosikan kerja sama internasional sekaligus merumuskan regulasi AI di berbagai negara. Tujuannya memastikan teknologi akal imitasi ini tetap aman dan memberi manfaat bagi umat manusia secara luas.

Presiden Xi Jinping dan sejumlah pemimpin negara lain memperkenalkan organisasi ini dalam konferensi yang turut dihadiri Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. "Pengembangan AI tidak boleh menjadi panggung solo bagi satu negara saja, melainkan sebuah simfoni dari kerja sama internasional," ujar Xi, sebagaimana dilansir Al Jazeera.

Xi menambahkan bahwa negara-negara perlu bersama-sama menolak sikap berlebihan yang mengaitkan konsep keamanan nasional dengan bidang AI. Ia juga mengingatkan agar tidak ada negara yang mengutamakan keamanannya sendiri di atas keamanan negara lain.

Mengapa WAICO Begitu Penting?

Analis memperkirakan Beijing kemungkinan besar bakal memanfaatkan aliansi ini sebagai kendaraan politik untuk membentuk dan mengarahkan kebijakan AI yang tengah dirumuskan di PBB. AI memang jadi pilar penting dalam kebijakan industri China di tengah pesatnya perkembangan teknologi global.

Beijing sudah menggelontorkan investasi besar untuk membangun ekosistem AI domestik, mulai dari produksi chip hingga aplikasi siap pakai untuk konsumen. Ambisi ini memicu persaingan ketat antara China dan Amerika Serikat dalam penguasaan teknologi berbasis chip, termasuk untuk senjata militer canggih dan sistem berbasis AI.

China memang masih tertinggal dari Amerika Serikat soal akses ke semikonduktor paling mutakhir. Namun, negara ini unggul dalam memasok daya bagi pusat data raksasa yang dibutuhkan untuk melatih dan menjalankan model-model AI, sekaligus mendominasi produksi mineral jarang yang krusial bagi pembuatan chip.

Pasokan listrik murah yang melimpah turut memberi keuntungan besar bagi China dalam memenuhi kebutuhan energi AI yang sangat besar. Produksi listrik Beijing saat ini dua kali lipat dibanding Amerika Serikat, dan kesenjangan ini diprediksi kian melebar seiring investasi agresif pemerintah China pada jaringan energi nasionalnya.

Daftar Negara Anggota WAICO

Berpusat di Shanghai, 29 negara pendiri WAICO mencakup sejumlah kekuatan utama dari blok Global South atau negara-negara berkembang. Selain Indonesia, ada pula Brasil, Malaysia, Afrika Selatan, Rusia, dan Pakistan yang turut bergabung sejak awal.

Berikut daftar lengkap negara anggota WAICO, yakni China, Aljazair, Belarusia, Brasil, Kamboja, Kamerun, Kongo, Kuba, Etiopia, Indonesia, Kazakhstan, Kenya, Kyrgyzstan, Laos, Lesotho, Malaysia, Mozambik, Myanmar, Nikaragua, Oman, Pakistan, Rusia, Senegal, Serbia, Afrika Selatan, Tajikistan, Uzbekistan, Venezuela, dan Zambia.

Keanggotaan Indonesia dalam organisasi ini menandakan keterlibatan aktif di forum tata kelola AI global yang baru terbentuk. Publik bisa terus memantau perkembangan kebijakan dan regulasi yang bakal dirumuskan WAICO ke depannya.