Periskop.id - Di tengah sorotan terhadap Lionel Messi, Lamine Yamal, serta duel taktik Argentina melawan Spanyol, ada satu sosok yang membawa peluit dengan beban tidak kalah besar. Ia adalah Slavko Vincic, wasit asal Slovenia yang dipercaya memimpin pertandingan terbesar dalam sepak bola dunia.

FIFA menunjuk Vincic sebagai pengadil final Piala Dunia 2026 yang berlangsung di New York New Jersey Stadium pada Minggu, 19 Juli 2026 pukul 15.00 waktu setempat atau Senin, 20 Juli 2026 pukul 02.00 WIB. Ia menjadi wasit pertama asal Slovenia sekaligus orang ke-23 yang dipercaya memimpin final Piala Dunia.

Kabar yang Membuat Vincic Gemetar

Penunjukan itu diumumkan langsung oleh Kepala Perwasitan FIFA sekaligus Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina. Dalam video yang dipublikasikan FIFA, Vincic tampak menutup wajahnya sebelum menerima pelukan dan tepuk tangan dari rekan-rekan wasit.

“jadi, pertama tentu saya shock. Kemudian bahagia. Saya gemetar, ini adalah sebuah kehormatan untuk memimpin partai Final Piala Dunia,” kata Vincic.

Wasit berusia 46 tahun tersebut mengaku sempat terkejut sebelum diliputi rasa bahagia. Baginya, memimpin final Piala Dunia merupakan mimpi tertinggi yang mungkin dicapai seorang pengadil lapangan. Ia juga akan tercatat sebagai wakil pertama Slovenia yang memimpin laga puncak turnamen tersebut.

Perjalanan Vincic menuju panggung itu tidak berlangsung dalam semalam. Ia mulai menekuni profesi wasit di kota kelahirannya, Maribor, ketika berusia 20 tahun. Kariernya bergerak dari kompetisi tingkat bawah Slovenia hingga menjadi wasit internasional FIFA pada 2010.

Teruji di Final Kompetisi Eropa

Final Piala Dunia bukan pertandingan besar pertama bagi Vincic. Ia pernah memimpin final Liga Europa 2022 antara Eintracht Frankfurt dan Rangers, kemudian dipercaya mengadili final Liga Champions 2024 yang mempertemukan Real Madrid dengan Borussia Dortmund di Stadion Wembley.

Pada final Liga Champions tersebut, Real Madrid menang 2-0. Vincic dibantu dua rekan senegaranya, Tomaž Klančnik dan Andraž Kovačič, yang kembali mendampinginya dalam final Piala Dunia 2026.

Rekam jejaknya juga mencakup Piala Eropa 2020, Piala Eropa 2024, serta Piala Dunia 2022. Salah satu pertandingan besarnya adalah semifinal Euro 2024 antara Spanyol dan Prancis yang berakhir dengan kemenangan La Roja 2-1.

Di Piala Dunia 2026, Vincic telah memimpin tiga pertandingan sebelum final. Ketiga laga itu adalah Brasil melawan Maroko, Yordania menghadapi Aljazair, serta duel Meksiko kontra Ekuador pada babak 32 besar. Final nanti menjadi pertandingan keenam Vincic selama dua edisi Piala Dunia.

Penunjukannya menjadi semakin berarti karena FIFA sebelumnya memilih 52 wasit, 88 asisten wasit, dan 30 ofisial video untuk mengawal 104 pertandingan. Para ofisial diseleksi melalui proses pemantauan selama sekitar tiga tahun dengan mempertimbangkan kualitas dan konsistensi penampilan.

Spanyol Familiar, Argentina Simpan Kenangan Buruk

Bagi Spanyol, Vincic bukan sosok asing. Ia telah memimpin lima pertandingan La Roja dengan hasil tiga kemenangan dan dua kali imbang. Artinya, Spanyol belum pernah kalah dalam pertandingan internasional yang dipimpin wasit asal Maribor tersebut.

Pertemuan pertamanya dengan Spanyol terjadi dalam laga persahabatan melawan Kolombia pada 2017. Ia kemudian memimpin pertandingan melawan Swedia di Euro 2020, Italia di UEFA Nations League 2023, serta dua laga Spanyol pada Euro 2024 melawan Italia dan Prancis.

Kenangan Argentina terhadap Vincic justru tidak terlalu menyenangkan. Satu-satunya pertandingan Albiceleste yang pernah dipimpinnya adalah kekalahan mengejutkan 1-2 dari Arab Saudi pada fase grup Piala Dunia 2022.

Kekalahan itu memang tidak menghentikan perjalanan Argentina menjadi juara dunia di Qatar. Namun, pertemuan tersebut membuat Vincic kembali hadir dalam salah satu babak penting perjalanan Lionel Messi bersama tim nasional.

Catatan tersebut tentu tidak dapat digunakan untuk memprediksi hasil final. FIFA menegaskan penunjukan wasit didasarkan terutama pada performanya selama turnamen, bukan riwayat hasil tim ketika dipimpin seorang pengadil tertentu. “Tentu saja, performalah yang paling penting,” kata Collina.

Bukan Pekerjaan Satu Orang

Vincic tidak akan bekerja sendirian. Tomaž Klančnik dan Andraž Kovačič ditunjuk sebagai asisten wasit. Adham Makhadmeh asal Yordania menjadi wasit keempat, sedangkan Mohammad Al-Kalaf bertugas sebagai asisten cadangan.

Ruang VAR akan dipimpin Bastian Dankert dari Jerman. Ia didampingi Nicolás Gallo asal Kolombia, sementara Khamis Al Marri dari Qatar menjalankan peran pendukung VAR.

“Menjadi wasit itu soal kerja sama tim. Jadi, tanpa mereka—tanpa Tomaž dan Andraž—hal ini tidak mungkin terwujud,” ujar Vincic.

Pernyataan tersebut menggambarkan posisi seorang wasit pada pertandingan modern. Keputusan di lapangan tidak lagi hanya bergantung pada sepasang mata dan sebuah peluit, tetapi juga komunikasi dengan asisten serta dukungan teknologi video.

Saat Argentina dan Spanyol masuk ke lapangan, Vincic tidak akan mengejar gol, medali, ataupun trofi. Tugasnya justru memastikan seluruh perhatian tetap tertuju kepada permainan. Sebab bagi seorang wasit, final terbaik sering kali adalah pertandingan ketika namanya tidak menjadi berita utama.