periskop.id - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan Gedung Tokushukai yang tengah dibangun di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita akan melayani pasien jantung dari berbagai segmen, termasuk peserta BPJS Kesehatan.
Budi menegaskan, fasilitas ini tidak hanya diperuntukkan bagi kalangan atas, melainkan tetap membuka akses luas bagi pasien BPJS sebagai bagian dari sistem layanan kesehatan nasional.
Direktur Utama RSJPD Harapan Kita, Iwan Dakota, bahkan menyebut porsi pasien dengan pembiayaan BPJS diperkirakan mencapai 70–80%.
“BPJS tetap diterima. Namun tidak hanya BPJS saja, karena kami juga ingin melayani pasien-pasien yang selama ini berobat ke luar negeri,” ujar Iwan dalam konferensi pers di Gedung Tokushukai RS Harapan Kita, Jakarta, Rabu (15/4).
Ia menjelaskan, pembagian layanan di Gedung Tokushukai akan diatur secara proporsional. Lantai bawah hingga lantai enam, termasuk layanan gawat darurat, diperuntukkan bagi pasien BPJS. Sementara itu, lantai di atasnya akan difungsikan sebagai private wing untuk pasien umum dan kelas menengah ke atas.
Menurut Budi, skema ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menahan laju pasien Indonesia yang berobat ke luar negeri, sekaligus menjaga keberlanjutan pembiayaan layanan kesehatan dalam negeri.
Di sisi lain, Budi menyoroti tingginya beban pembiayaan penyakit jantung dalam sistem BPJS. Ia menyebut, biaya penanganan penyakit jantung menjadi yang terbesar, mencapai sekitar Rp17 triliun pada 2025. Karena itu, pemerintah mendorong penguatan layanan dari hulu, terutama di tingkat puskesmas.
“Kalau sudah kena serangan jantung, biasanya sudah terlambat. Harusnya bisa dicegah sejak masih sehat,” kata Budi.
Pemerintah juga berencana memperluas kemampuan layanan di puskesmas, termasuk pemasangan alat elektrokardiogram (EKG) serta pelatihan tenaga medis agar dapat melakukan penanganan awal. Langkah ini diharapkan dapat menekan rujukan ke rumah sakit sekaligus mengurangi beban pembiayaan BPJS.
Selain itu, Gedung Tokushukai akan diperkuat dengan kehadiran dokter spesialis dari Tokushukai Medical Corporation yang memiliki reputasi kelas dunia. Sejumlah dokter asing dari negara lain juga disebut tertarik untuk praktik di Indonesia, seiring terbukanya peluang regulasi.
Untuk menunjang layanan, rumah sakit ini juga akan dilengkapi teknologi mutakhir, termasuk rencana kehadiran robot bedah canggih Da Vinci Series 5 yang dijadwalkan tiba pada November mendatang.
Tinggalkan Komentar
Komentar