Periskop.id  — Pemerintah Kota Tangerang Selatan mendorong percepatan perbaikan dan peremajaan penerangan jalan umum atau PJU di ruas jalan nasional dan provinsi. Langkah ini dinilai mendesak karena banyak lampu jalan tidak menyala, terutama di jalur strategis yang ramai dilalui warga hingga malam hari.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengatakan, PJU yang tidak aktif berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas serta tindak kriminalitas. Menurutnya, sebagai daerah lintasan, sejumlah ruas jalan nasional dan provinsi di Tangsel memiliki arus kendaraan yang padat selama 24 jam.

Advertisement

"Banyak PJU di jalan nasional dan provinsi tidak aktif. Ini perlu peremajaan segera dalam menekan angka kecelakaan dan kriminalitas," kata Pilar Saga Ichsan di Tangerang, Minggu (31/5).

Pilar menjelaskan, penerangan jalan bukan hanya soal kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga berkaitan langsung dengan rasa aman warga. Banyak masyarakat masih beraktivitas pada malam hari, baik untuk bekerja, berdagang, maupun perjalanan pulang ke rumah. Kondisi jalan yang gelap disebut semakin berisiko saat hujan turun karena jarak pandang pengendara menurun.

"Sebab banyak warga yang melakukan aktifitas saat malam hari sehingga perlu dukungan penerangan jalan agar terhindar juga dari kecelakaan khususnya pada saat hujan turun," ujarnya.

Menurut Pilar, kondisi PJU di jalan nasional dan provinsi telah disampaikan kepada Gubernur Banten Andra Soni dalam rapat koordinasi beberapa waktu lalu. Pemkot Tangsel mendukung percepatan penanganan PJU karena manfaatnya tidak hanya untuk keselamatan lalu lintas, tetapi juga mendukung kegiatan ekonomi masyarakat di sekitar ruas jalan.

Ciputat dan Pamulang
Sejumlah kawasan strategis di Tangerang Selatan, seperti Ciputat dan Pamulang, menjadi perhatian karena membutuhkan peningkatan kualitas penerangan. Di beberapa titik, lampu jalan disebut sudah tidak berfungsi optimal sehingga perlu diganti atau diremajakan.

"Pemkot Tangsel mendukung langkah Gubernur dalam mendorong percepatan kepada kementerian untuk dioptimalkan pemasangan PJU di wilayah Provinsi Banten," katanya.

Dorongan dari Tangsel ini sejalan dengan kebutuhan penerangan jalan di tingkat Provinsi Banten. Sebelumnya, Gubernur Banten Andra Soni menyebut kebutuhan PJU di ruas strategis jalan nasional diperkirakan mencapai 8.000 titik. 

Jalan nasional di Banten memiliki panjang sekitar 567,9 kilometer dan tersebar di delapan kabupaten serta kota, dengan ruas terpanjang berada di Kabupaten Lebak dan Pandeglang. 

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten Tri Nurtopo juga menyampaikan, masih banyak ruas jalan kewenangan pemerintah pusat di Banten yang belum memiliki penerangan memadai. Ia menjelaskan, pengelolaan PJU saat ini memiliki beberapa pola, mulai dari lampu yang dibangun pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pembiayaan yang dibantu pihak perusahaan.

Tri menyebut Pemprov Banten selama ini ikut menanggung biaya listrik ribuan lampu jalan milik provinsi. “Kita (Pemprov Banten) selama ini bayar. Setahun hampir Rp4 miliar untuk sekitar lima ribu lampu. Yang sudah berjalan itu ada MoU antara pemerintah kabupaten dengan BPTD. Contohnya di Kabupaten Lebak,” tuturnya. 

Ke depan, penanganan PJU di jalan nasional akan diperkuat melalui mekanisme kerja sama antara pemerintah daerah dan Balai Pengelola Transportasi Darat atau BPTD sebagai perwakilan pemerintah pusat. Pemprov Banten menyebut sinkronisasi data, kewenangan, pembiayaan, dan pemeliharaan menjadi penting agar pemasangan serta perawatan lampu jalan dapat berjalan lebih efektif. 

Di Tangerang Selatan, Pemkot sebelumnya juga menyatakan dukungan terhadap percepatan PJU di ruas jalan nasional, terutama kawasan Ciputat dan Pamulang. Dalam keterangan resmi Pemkot Tangsel, Pilar menyampaikan dukungan kepada langkah Gubernur Banten untuk mendorong pemerintah pusat mengoptimalkan pemasangan PJU di wilayah Banten, khususnya Tangsel. 

Peremajaan PJU menjadi penting karena jalan nasional dan provinsi di Tangsel merupakan jalur penghubung dengan mobilitas tinggi. Selain dilintasi warga lokal, ruas tersebut juga digunakan kendaraan dari dan menuju wilayah lain di Jabodetabek. 

Dalam kondisi tersebut, lampu jalan yang berfungsi baik dapat membantu pengendara membaca situasi jalan, melihat rambu, menghindari lubang atau genangan, serta mengurangi ruang terjadinya tindak kriminal di lokasi gelap. Dengan percepatan perbaikan PJU, Pemkot Tangsel berharap keselamatan pengguna jalan meningkat, aktivitas ekonomi malam hari tetap berjalan, dan warga merasa lebih aman saat beraktivitas di ruang publik.