Periskop.id — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghadirkan perayaan Waisak 2570 Buddhist Era/2026 bertajuk “Illumination of Jakarta, Glow of Peace” di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, sebagai upaya menampilkan Jakarta sebagai kota yang terbuka, damai, dan ramah bagi semua kelompok masyarakat.
Acara yang berlangsung pada 28 Mei hingga 1 Juni 2026 itu memadukan kegiatan spiritual, budaya, sosial, instalasi cahaya, serta atraksi seni di salah satu ruang publik paling ikonik di ibu kota. Kegiatan ini digelar bersama Persatuan Umat Buddha Indonesia (PERMABUDHI) dan Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI).
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta Andhika Permata mengatakan, perayaan Waisak tahun ini tidak hanya menjadi momentum keagamaan, tetapi juga ruang untuk menunjukkan wajah Jakarta sebagai kota yang menjunjung kebersamaan.
"Perayaan Waisak 2026 menjadi bagian penting dalam memperlihatkan wajah Jakarta sebagai kota yang terbuka, damai, dan penuh semangat kebersamaan," kata Andhika Permata dalam siaran pers pemerintah di Jakarta, Minggu (31/5).
Melalui kegiatan tersebut, Pemprov DKI ingin menjadikan Bundaran HI sebagai ruang perjumpaan masyarakat lintas latar belakang. Selama acara berlangsung, pengunjung dapat menyaksikan doa dan renungan bersama, pertunjukan seni budaya, instalasi cahaya, serta atraksi budaya yang membawa pesan kedamaian.
Andhika menjelaskan, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci penyelenggaraan acara ini. Menurutnya, kegiatan budaya dan spiritual seperti “Glow of Peace” dapat memperkaya pengalaman warga sekaligus memperkuat daya tarik wisata Jakarta.
"Melalui kolaborasi lintas sektor, kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pengalaman budaya dan spiritual yang berkesan bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Jakarta," ujar Andhika.
Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Lucky Wulandari menambahkan, instalasi seni dan pencahayaan di Bundaran HI diharapkan mampu menarik minat wisatawan. Selain menjadi atraksi visual, kegiatan tersebut juga membawa pesan damai yang selaras dengan makna Hari Raya Waisak.
Waisak sendiri merupakan hari besar umat Buddha yang memperingati tiga peristiwa penting, yakni kelahiran Siddhartha Gautama, pencapaian pencerahan, dan wafatnya Buddha Gautama. Di Indonesia, perayaan Waisak kerap menjadi bagian dari agenda budaya dan wisata religi, termasuk melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat luas di ruang publik.
Untuk diketahui, sebelumnya dikabarkan, kawasan Bundaran HI menjadi salah satu rekomendasi wisata akhir pekan di DKI Jakarta menjelang Waisak 2026. Dalam laporan tersebut, masyarakat DKI Jakarta dan sekitarnya disebut dapat menikmati suasana Bundaran HI yang berhias cahaya pada 28 Mei hingga 1 Juni 2026 mulai pukul 18.00 WIB.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap perayaan Waisak 2570 BE/2026 dapat menjadi pengingat pentingnya menjaga keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, Jakarta tidak hanya dikenal sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi, tetapi juga sebagai ruang bersama yang aman, nyaman, terbuka, dan ramah bagi seluruh warga.
Acara “Illumination of Jakarta, Glow of Peace” juga memperkuat posisi Bundaran HI sebagai salah satu pusat aktivitas publik di Jakarta. Kawasan ini kerap menjadi lokasi penyelenggaraan agenda besar, mulai dari perayaan kota, kegiatan budaya, hingga atraksi publik yang melibatkan warga dan wisatawan.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar