periskop.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo melaporkan pertumbuhan M0 pada Maret 2026 tetap tinggi sebesar 11,8% secara tahunan (year on year/yoy). Angka tersebut terutama dipengaruhi oleh giro Bank Umum di Bank Indonesia yang tumbuh sebesar 38,3% dan uang kartal yang tumbuh sebesar 8,6%.
"Pertumbuhan jumlah uang beredar tetap sejalan dengan kebijakan ekspansi likuiditas yang ditempuh Bank Indonesia," ucap Perry dalam konferensi pers, Rabu (22/4).
Perry menjelaskan dari faktor yang mempengaruhi, pertumbuhan M0 pada Maret 2026 didorong oleh ekspansi fiskal dan strategi operasi moneter.
Sejalan dengan itu, katanya, uang beredar dalam arti luas (M2) pada Februari 2026 tumbuh sebesar 8,7% (yoy), setelah pada Januari 2026 tumbuh sebesar 10,0% (yoy).
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi, pertumbuhan M2 terutama dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat dan penyaluran kredit.
Lebih jauh, ia menuturkan bahwa pertumbuhan uang beredar akan terus dikelola sehingga tetap menjaga stabilitas dan juga mendukung pertumbuhan ekonomi melalui sinergi kebijakan Bank Indonesia dan Pemerintah.
Tinggalkan Komentar
Komentar