iklan periskop
Keuangan

BI Perluas Penempatan DHE SDA, Tak Lagi Hanya Pakai Dolar AS

BI memperluas instrumen DHE SDA dengan membuka penggunaan valas non-dolar seperti yuan, seiring pendalaman pasar valas domestik dan meningkatnya transaksi LCT.

3 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Rekrutmen PKWT Bank Indonesia Dibuka, Ini Syarat, Posisi, dan Link Daftarnya
Logo Bank Indonesia (BI) Jakarta. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa/am.
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Bank Indonesia (BI) memperluas instrumen penempatan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) dengan memperluas penggunaan valuta asing (valas). Jika sebelumnya penempatan DHE SDA hanya menggunakan dolar Amerika Serikat (AS), kini eksportir juga dapat menggunakan mata uang asing non-dolar, termasuk Chinese Yuan.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, perluasan tersebut dilakukan seiring pendalaman pasar valuta asing domestik yang terus berkembang. Saat ini, DHE SDA dapat ditempatkan dalam rekening khusus DHE SDA dalam valuta asing maupun instrumen perbankan lainnya, baik dari eksportir kepada bank maupun dari bank kepada Bank Indonesia.

"Kami memperluas instrument-instrument penempatannya Sekarang itu penempatan DHE SDA seperti yang Bapak Ibu sekalian ketahui dalam rekening khusus DHE SDA Dalam valuta bank asing, kemudian instrument perbankan pada bank-bank Yang kami perluas adalah bahwa DHE SDA ini bisa digunakan sebagai instrument tempusit Baik falas ya, baik dari eksporter kepada bank maupun bank kepada bank Indonesia," ujar Perry dalam acara Sosialisasi Tata Kelola SDA, Jakarta, dikutip Jumat (22/5).

Menurutnya, langkah tersebut didukung meningkatnya transaksi local currency transaction (LCT) Indonesia dengan Tiongkok yang terus tumbuh signifikan. Perry menyebut transaksi menggunakan Chinese Yuan kini semakin aktif diperdagangkan di pasar domestik.

"Mata uangnya juga kami perluas Yang selama ini hanya USD sekarang kita juga perluas non-USD Karena kami sudah melakukan pendalaman pasar valas," jelasnya.

Perry mengungkapkan, nilai transaksi LCT Indonesia-Tiongkok pada tahun lalu mencapai lebih dari US$ 25 miliar per tahun. Sementata pada tahun ini, transaksi perbulannya telah me capai US$3,7 miliar.

Tak hanya itu, kata Perry pihaknya juga telah bekerja sama dengan sejumlah bank domestik serta bank sentral Tiongkok untuk memperkuat ekosistem transaksi yuan di dalam negeri.

Dengan demikian, pelaku usaha yang memiliki Chinese Yuan kini dapat langsung melakukan berbagai transaksi di pasar domestik, baik transaksi tunai (spot) maupun swap.

"Nah kami sudah kerjasama dengan bank-bank ini juga kerjasama dengan bank sentral di Tiongkok Bahwa di dalam negeri sudah ada. Jadi Bapak-Ibu sekalian kalau punya Chinese Yuan di dalam negeri sudah banyak Itu bisa langsung transaksikan mau tunai spot boleh, mau swap boleh," tutup perry.

 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA), Bank Indonesia (BI), dan dolar AS dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.