Periskop.id — Pusat Pelatihan Kerja Daerah atau PPKD Jakarta Selatan membuka pelatihan kerja reguler angkatan pertama dan kedua tahun 2026, dengan pilihan kejuruan mulai dari barista, multimedia, tata busana, teknik pendingin, data analis, data management staff, Bahasa Inggris, hingga Bahasa Jepang.

Kepala PPKD Jakarta Selatan Budi Karlia Setiyanto mengatakan, program tersebut disiapkan untuk meningkatkan kompetensi pencari kerja agar lebih sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Peserta tidak hanya mendapat teori, tetapi juga dibekali kemampuan praktik yang dapat langsung digunakan setelah lulus pelatihan.

"Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan setelah menyelesaikan pelatihan," kata Kepala PPKD Jakarta Selatan Budi Karlia Setiyanto di Jakarta, Minggu (12/7). 

Untuk angkatan pertama, PPKD Jakarta Selatan membuka kejuruan Multimedia, Tata Busana, Bahasa Inggris, dan Teknik Pendingin dengan durasi 360 jam pelajaran atau JPL. Selain itu, tersedia pelatihan Bahasa Jepang dengan durasi lebih panjang, yakni 540 JPL.

Sementara pada angkatan kedua, pelatihan difokuskan pada kejuruan Barista dengan durasi 240 JPL, serta Data Analis dan Data Management Staff yang masing-masing berlangsung selama 360 JPL.

“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti proses pembelajaran dengan disiplin agar memiliki daya saing lebih baik untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri,” ucapnya.

Program ini menjadi relevan karena Jakarta masih menghadapi tantangan ketenagakerjaan. Badan Pusat Statistik DKI Jakarta mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka atau TPT Jakarta pada Februari 2026 sebesar 6,03%, meski turun 0,15% poin dibandingkan Februari 2025. BPS juga mencatat sektor perdagangan besar dan eceran menjadi lapangan pekerjaan terbesar di Jakarta dengan kontribusi 22,40%.

Dengan kondisi tersebut, pelatihan berbasis keterampilan menjadi salah satu jalur penting untuk mempertemukan kemampuan pencari kerja dengan kebutuhan industri. Kejuruan seperti barista, data analis, multimedia, dan bahasa asing dipilih karena berhubungan langsung dengan kebutuhan sektor jasa, ekonomi kreatif, teknologi, pariwisata, hingga peluang kerja luar negeri.

Memperluas Akses Kerja

PPKD Jakarta Selatan sebelumnya juga telah dikenal membuka berbagai pelatihan kerja, baik reguler maupun berbasis kebutuhan masyarakat. Dalam laman resminya, PPKD Jakarta Selatan menyebut kantor utamanya berada di Jalan Buncit Raya No. 440, Kalibata, Pancoran, dan menyelenggarakan pelatihan di bidang IT serta industri kreatif seperti Tata Busana, Desain Grafis, Multimedia, Teknik Komputer dan Jaringan, serta Data Management Staff.

Program pelatihan kerja di Jakarta Selatan juga berkaitan dengan upaya Pemprov DKI memperluas akses kerja. Sebelumnya, Pemprov DKI menyediakan 3.299 lowongan kerja melalui Job Fair Tahap I Jakarta Selatan Career Fest and Bazaar 2026, yang berlangsung secara luring pada 7-8 Juli di Gedung Nyi Ageng Serang dan daring melalui karir.jakarta.go.id pada 30 Juni-15 Juli 2026.

Dalam kegiatan bursa kerja tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta Syaripudin berharap ribuan lowongan yang disediakan dapat terserap optimal.

"Kami mengundang 37 perusahaan yang memberikan kesempatan sekitar 3.299 lowongan. Mudah-mudahan, seluruh lowongan tersebut dapat terserap semaksimal mungkin," kata Syaripudin dalam sambutan pembukaan Job Fair Tahap I Jakarta Selatan Career Fest and Bazaar 2026 di Jakarta, Selasa.

Kebutuhan terhadap pelatihan kerja juga pernah disorot DPRD DKI Jakarta. Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin menilai pusat pelatihan kerja daerah di Jakarta perlu ditambah karena kapasitas pelatihan masih belum sebanding dengan tingginya minat warga.

"Kapasitasnya masih belum cukup, paling satu tahun bisa 700 sampai 1.000-an orang yang dilatih, sementara yang mendaftar sudah 5.000 lebih," kata Khoirudin.

PPKD Jakarta Selatan sendiri sebelumnya juga pernah menyelenggarakan pelatihan barista dan tata boga untuk memperkuat kesiapan kerja di sektor kafe dan kuliner. Pada 2024, Budi menyebut pelatihan tersebut dirancang agar peserta mendapat pengalaman riil dalam melayani pelanggan dan memahami kebutuhan industri.

"Peserta dari kedua kejuruan ini dapat saling belajar," kata Kepala Pusat Pelatihan Kerja Daerah Jakarta Selatan Budi Karlia Setiyanto di Jakarta, Jumat.

Sementara itu, pelatihan Bahasa Jepang juga semakin relevan karena peluang kerja ke Jepang membutuhkan kesiapan bahasa dan keterampilan. Sebelumnya melaporkan PPKD Jakarta Timur memfasilitasi ribuan peserta seleksi kerja ke Jepang. Peserta yang lolos disebut akan menjalani kontrak kerja selama dua hingga tiga tahun dan mendapat pelatihan bahasa sebelum berangkat.

"Sebelum berangkat ke Jepang, mereka diberikan pelatihan bahasa selama 45 hari hingga tiga bulan. Mereka harus mencapai standar kemampuan bahasa Jepang level N4, kemudian diberikan pelatihan keterampilan sesuai bidang pekerjaan yang akan dijalani," jelas Teguh.

Dengan dibukanya pelatihan reguler tahun 2026, PPKD Jakarta Selatan tidak hanya berperan sebagai tempat kursus keterampilan, tetapi juga sebagai penghubung antara pencari kerja, kebutuhan industri, dan peluang usaha mandiri. Peserta yang mengikuti pelatihan barista, misalnya, tidak hanya diarahkan untuk bekerja di kafe, tetapi juga berpotensi membuka usaha sendiri. Begitu pula peserta data analis dan data management staff yang dapat masuk ke sektor digital dan administrasi berbasis data.

Tantangan berikutnya adalah memastikan pelatihan tidak berhenti pada sertifikat. PPKD perlu terus memperkuat kerja sama dengan perusahaan, membuka akses magang, memperluas informasi lowongan, serta memastikan lulusan pelatihan benar-benar terserap di dunia kerja atau mampu merintis usaha.

Bagi pencari kerja di Jakarta Selatan, pelatihan ini dapat menjadi bekal penting untuk meningkatkan daya saing. Di tengah persaingan kerja yang ketat, keterampilan praktis, kemampuan bahasa, dan pemahaman teknologi menjadi nilai tambah yang semakin dibutuhkan industri.