Periskop.id - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menggelar sayembara bagi warga yang berhasil menangkap pelaku kejahatan jalanan dalam keadaan hidup. Hadiah yang disiapkan berkisar Rp5 juta hingga Rp50 juta.

Dedi mengajak masyarakat ikut berpartisipasi mencegah aksi begal yang belakangan meresahkan warga Bandung Raya. Ia menegaskan, sayembara ini terbuka untuk siapa saja yang berhasil meringkus pelaku kejahatan jalanan.

"Syaratnya, pelakunya harus dalam keadaan hidup dan diserahkan kepada polisi untuk diproses hukum," tegas Dedi, Kamis (23/7).

Sasaran sayembara tak cuma menyasar pelaku begal. Dedi menyebutkan, hadiah juga berlaku bagi penangkapan pelaku pencurian, copet, jambret, hingga perampokan.

Mantan Bupati Purwakarta itu memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat maupun Polda Metro Jaya. Koordinasi lintas wilayah ini dianggap perlu mengingat pelaku kejahatan kerap bergerak melewati batas provinsi.

"Sinergi antarlembaga menjadi langkah penting untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai aksi kriminal yang meresahkan masyarakat," tandas Dedi.

Selain penguatan koordinasi antarlembaga, Dedi juga meminta seluruh kendaraan patroli tetap siaga sepanjang malam. Ia menegaskan, lampu rotator pada mobil patroli wajib menyala setiap saat bertugas.

"Kehadiran aparat di lapangan sangat penting untuk mencegah terjadinya tindak kriminal," lanjut Dedi.

Tak hanya kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) turut diminta bersiaga di titik-titik strategis. Langkah ini bertujuan mengantisipasi berbagai kemungkinan yang bisa mengganggu keamanan warga.

Di sisi lain, Dedi mengajak masyarakat menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan atau siskamling di setiap wilayah. Ia menilai, kebiasaan menjaga diri dan saling menjaga antarwarga menjadi bagian penting dari semangat gotong royong.

"Menjaga diri dan saling menjaga merupakan prinsip dasar kehidupan bergotong royong," katanya.

"Mari kita bersama-sama waspada dan berani melawan berbagai aksi kejahatan di Jawa Barat," tandas Dedi.