Periskop.id - Wakil Kepala (Waka) Badan Gizi Nasional (BGN) Lodewyk Pusung menyatakan, tingginya tingkat kepuasan publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berdasarkan hasil survei, mencerminkan keberhasilan Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan program tersebut.

Hal itu disampaikannya merespons laporan hasil survei Indikator Politik Indonesia yang menyebutkan, sebanyak 12,2% responden mengaku sangat puas dan 60,6% menyatakan cukup puas terhadap Program MBG. Dengan demikian total responden yang merasa puas mencapai 72,8%.

"Tentu ini adalah kesuksesan Presiden Prabowo Subianto, kami ini hanya menjalankan perintah dari Presiden. Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh anak-anak kami di sekolah," katanya di Jakarta, Rabu (11/2). 

Ia pun bersyukur jika masyarakat merasakan dampak positif dari Program MBG yang kini telah menembus 59,86 juta penerima manfaat per Januari 2025. Lodewyk juga berharap dukungan dan bantuan segala elemen masyarakat, untuk terus membantu dan memperhatikan program mulia ini.

“Kami mohon bantuan masyarakat agar kami terus melakukan perbaikan, serta bantu kami dalam bentuk pengawasan program di lapangan," tuturnya. 

Tingkat Kepuasan Terhadap Presiden
Sebelumnya, Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam konferensi pers daring, Minggu (8/2) mengumumkan ada tren positif dari penerimaan masyarakat terhadap Program MBG.

“Jadi memang yang sangat puas 12,2% dan cukup puas 60,6%,” ujar Burhanuddin Muhtadi.

Ia menyatakan, survei itu dilakukan terhadap 1.220 responden yang merupakan WNI dalam kurun 15-21 Januari 2026. Dari seribuan responden itu, sebanyak 72,8% puas atas program MBG.

"Yang cukup puas ini sangat mungkin berubah sesuai dengan kondisi tergantung kemampuan BGN (Badan Gizi Nasional)," kata Burhanuddin.

Di sisi lain, responden yang merasa "kurang puas" tercatat sebanyak 19,9& dan "tidak puas sama sekali" sebanyak 4,5%. "Jadi yang tidak puas per Januari 2026 itu kurang lebih seperempat," kata dia.

Selain itu, dia mengatakan, tingkat kepuasan terhadap program MBG juga akan berimplikasi kepada tingkat kepuasan terhadap Presiden Prabowo. Namun dari survei itu juga, kata dia, ada responden yang merasa tidak puas terhadap program MBG, tetapi masih puas terhadap kinerja Prabowo.

Di samping itu, dia mengatakan, seperempat responden yang tak puas terhadap MBG cenderung tidak puas dengan kinerja Presiden Prabowo. Karena itu, menurutnya, BGN harus memperbaiki kualitas program MBG maupun meminimalisir kasus-kasus negatif, seperti keracunan.

"Jadi ini penting buat BGN untuk memperbaiki kinerjanya. Kalau misalnya program MBG ini ketidakpuasannya meningkat itu punya implikasi terhadap penilaian kinerja Pak Prabowo di mata publik," kata dia.

Adapun proses pengambilan data dalam survei itu dilakukan pada 15-21 Januari 2026, melalui metode wawancara secara langsung, dengan tingkat kepercayaannya sebesar 95% dan margin of error sekitar 2,9%.