periskop.id -Mayoritas masyarakat Indonesia menyatakan kekhawatiran terkait keputusan pemerintah bergabung dalam Board of Peace (BoP/Dewan Perdamaian). Hasil survei terbaru Media Survei Nasional (Median) menunjukkan sebanyak 66,2% responden khawatir keikutsertaan tersebut justru memperlemah posisi Indonesia dalam membela Palestina.
“Survei menemukan ada 66,2% yang khawatir bergabungnya Indonesia dengan BoP akan melemahkan perjuangan Indonesia untuk Palestina, sementara 20,5% tidak khawatir,” kata Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, saat dikonfirmasi Periskop dalam rilis surveinya, Selasa (24/2).
Rico merinci, angka kekhawatiran tersebut terdiri dari 33,7% responden yang menyatakan "Sangat Khawatir" dan 32,5% "Cukup Khawatir". Sebaliknya, kelompok yang mengaku tidak terbebani dengan langkah diplomatik ini hanya sebesar 20,5%, terdiri dari 12,3% responden "Tidak Khawatir Sama Sekali" dan 8,2% "Kurang Khawatir". Di sisi lain, sebanyak 13,3% responden tidak tahu atau tidak menjawab.
Hanya Menguntungkan Amerika dan Israel
Kekhawatiran publik juga terlihat dari persepsi mengenai pihak yang paling diuntungkan oleh lembaga bentukan Donald Trump tersebut. Data Median mencatat sebanyak 67,7% responden setuju dengan pendapat bahwa BoP hanya akan menguntungkan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
“Sebanyak 67,7% setuju dengan pendapat yang menyatakan bahwa Board of Peace hanya akan menguntungkan Amerika & Israel, sementara 27,5% tidak setuju,” jelas Rico.
Rincian dukungan terhadap pendapat tersebut mencakup 37,2% responden yang menyatakan "Sangat Setuju" dan 30,5% "Setuju". Sementara itu, hanya 27,5% responden yang menyatakan ketidaksetujuannya, terdiri dari 16,3% "Tidak Setuju" dan 11,2% "Sangat Tidak Setuju". Di sisi lain, sebanyak 16% responden menjawab tidak tahu/tidak menjawab.
Publik Pesimis BoP Membantu Palestina
Lebih lanjut, terkait efektivitas lembaga ini dalam menyelesaikan konflik, publik cenderung terbelah, tetapi tetap didominasi oleh sikap pesimis. Sebanyak 43,6% responden menilai keberadaan BoP tidak akan banyak membantu perjuangan rakyat Palestina.
“Saat ditanya seberapa optimis bahwa BoP akan membantu dalam perjuangan rakyat Palestina, ternyata 43,6% mengatakan tidak akan banyak membantu, sementara 40,4% mengatakan keberadaan BoP akan membantu perjuangan Palestina,” ungkap Rico.
Angka pesimisme tersebut mencakup 21,9% responden yang menyatakan "Tidak Membantu Sama Sekali" dan 21,7% "Kurang Membantu". Di sisi lain, kelompok yang masih menaruh harapan terdiri dari 26,5% responden "Cukup Membantu" dan 13,9% "Sangat Membantu". Sementara itu, sebanyak 4,8% menjawab tidak tahu.
Adapun survei ini dilakukan pada 10–14 Februari 2026 melalui kuesioner berbasis Google Form yang disebarkan kepada 1.200 sampel pengguna aktif media sosial di seluruh provinsi Indonesia. Survei menargetkan pengguna aktif media sosial berusia 17–60 tahun ke atas. Hasil ini dimaksudkan untuk menggali persepsi pengguna media sosial sebagai bahan pertimbangan para pengambil kebijakan.
Tinggalkan Komentar
Komentar