periskop.id - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI berkomitmen mengawal ketahanan fiskal Indonesia merespons eskalasi konflik militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Ketua DPR RI Puan Maharani memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap berfungsi optimal melindungi kesejahteraan masyarakat dari ancaman guncangan global.
"DPR RI akan memastikan kemampuan fiskal APBN tetap dapat menjaga dan mempertahankan derajat kehidupan rakyat, kesejahteraan rakyat tidak turun kelas," katanya dalam Rapat Paripurna di Gedung DPR, Selasa (10/3)
Parlemen menyadari ketegangan geopolitik di Timur Tengah pasti menghadirkan tekanan langsung terhadap stabilitas ekonomi internasional. Perekonomian domestik Indonesia turut berisiko menerima efek domino dari perseteruan bersenjata tersebut.
Sejumlah sektor strategis nasional berpotensi besar mengalami guncangan hebat akibat meluasnya eskalasi konflik negara-negara tersebut. "Hal ini akan mempengaruhi harga minyak, harga transportasi, harga barang, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat, rantai perdagangan, pertumbuhan ekonomi, serta ketahanan fiskal dalam menjalankan pembangunan," jelasnya.
Oleh sebab itu, institusi legislatif mendesak pemerintah menerapkan taktik politik anggaran secara tepat. Langkah strategis ini sangat krusial demi menjaga ketahanan fiskal negara menghadapi ancaman krisis.
Anggaran negara harus memprioritaskan ketersediaan lapangan pekerjaan dan stabilitas penghasilan warga. Masyarakat juga wajib menerima pelayanan publik berkualitas di tengah situasi aman dan tenteram.
Negara dilarang abai dalam upaya pemenuhan kebutuhan dasar warga pada masa-masa penuh tantangan ekonomi seperti sekarang. APBN harus tampil sebagai bantalan utama penyelamat masyarakat.
"Rakyat masih harus terus menaruh harapan besar agar negara hadir dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan penghasilan rakyat, meningkatkan akses rakyat untuk mendapatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan, serta memperkuat ekonomi kerakyatan," ungkapnya.
Gesekan militer di kawasan Timur Tengah ini memuncak usai serangan gabungan pada (28/2) lalu. Amerika Serikat bersama Israel melancarkan operasi militer menuju sejumlah target vital di wilayah Iran.
Serangan mematikan menuju kawasan ibu kota Teheran ini menimbulkan kerusakan parah hingga menelan korban sipil. Televisi pemerintah setempat lantas mengonfirmasi gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei akibat insiden ini.
Militer Iran tidak berdiam diri dan langsung meluncurkan rentetan rudal balasan menembus wilayah Israel. Gempuran balasan ini turut menyasar fasilitas pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Pemerintah Iran secara tegas menutup pintu perundingan damai dengan pihak Amerika Serikat. Negara Republik Islam ini bersiap melanjutkan permusuhan terbuka antarkedua belah pihak.
Tinggalkan Komentar
Komentar