periskop.id - Pemerintah memperkirakan sekitar 143 juta orang akan melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar separuhnya diprediksi menggunakan kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan lonjakan mobilitas tersebut telah diantisipasi melalui berbagai langkah, mulai dari penguatan koordinasi lintas lembaga hingga memastikan pasokan energi nasional tetap aman selama periode mudik dan libur Idulfitri.
“Diperkirakan ada sekitar 143 juta masyarakat yang melakukan mudik, dan sekitar 50 persennya menggunakan kendaraan pribadi. Dari konsolidasi dengan kementerian dan lembaga, totalnya sekitar 76 juta pemudik menggunakan kendaraan pribadi,” ujar Yuliot saat konferensi pers di Gedung BPH Migas, Jakarta, Kamis (12/3).
Jumlah tersebut dinilai cukup signifikan sehingga pemerintah berupaya memberikan layanan optimal bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jauh menggunakan kendaraan pribadi.
Untuk mendukung kelancaran perjalanan para pemudik, pemerintah juga memastikan ketersediaan energi nasional berada dalam kondisi aman. Menurut Yuliot, stok bahan bakar minyak (BBM) saat ini berada di atas kebutuhan normal.
“Ketersediaan BBM secara nasional dan juga LPG lebih dari cukup. Secara ekosistem, ketersediaan BBM itu sekitar 30 hari,” jelasnya.
Kesiapan pasokan tersebut ditopang oleh produksi minyak dalam negeri yang mencapai sekitar 610 ribu barel per hari, serta tambahan pasokan dari impor minyak mentah dan BBM jadi guna memenuhi kebutuhan nasional. Selain itu, sejumlah kilang di dalam negeri juga dioperasikan secara maksimal untuk menjaga stabilitas produksi, mulai dari kilang Balikpapan, Balongan, Cilacap, Dumai hingga Plaju.
Tak hanya memastikan produksi berjalan optimal, pemerintah juga melakukan pengawasan langsung terhadap rantai distribusi energi. Yuliot mengatakan, hari ini Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melakukan kunjungan kerja ke sejumlah fasilitas energi untuk memastikan operasional berjalan lancar.
“Tadi juga sudah disampaikan bahwa Pak Menteri pada pagi hari ini melakukan kunjungan ke beberapa kilang, di antaranya ke kilang Balongan, untuk melihat bagaimana operasionalisasi di kilang, termasuk stok minyak mentah yang dikirim ke kilang serta distribusi dari kilang ke depo-depo,” kata Yuliot.
Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses, mulai dari produksi, penyimpanan hingga distribusi BBM ke masyarakat, berjalan tanpa hambatan.
Selain itu, pemerintah juga mengandalkan Posko Nasional Ramadan dan Idulfitri sebagai pusat koordinasi lintas lembaga dalam memantau berbagai layanan publik selama periode mudik. Menurut Yuliot, keberadaan posko tersebut memungkinkan pemerintah merespons lebih cepat jika terjadi gangguan layanan energi maupun situasi darurat lainnya.
Ia menambahkan, respons cepat menjadi kunci untuk meminimalkan potensi kendala di lapangan, terutama saat mobilitas masyarakat meningkat drastis selama musim mudik.
“Dengan pengawasan dan koordinasi yang kita lakukan bersama-sama, diharapkan tidak ada kendala dalam pendistribusian BBM sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” kata Yuliot.
Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan lebih aman, nyaman, dan tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan energi selama libur Lebaran.
Tinggalkan Komentar
Komentar