Periskop.id - Hasil riset yang dilakukan NEXT, unit bisnis riset milik Kantor Berita Antara, menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan PT Kereta Api Indonesia (Persero) selama periode arus mudik Lebaran 2026 mencapai 92,1%.

Survei tersebut dilaksanakan pada 20-21 Maret 2026 dengan melibatkan 536 responden yang diambil dari sejumlah stasiun utama di Pulau Jawa. Antara lain, Stasiun Gambir dan Pasar Senen (Jakarta), Stasiun Tugu dan Lempuyangan (Yogyakarta), Stasiun Bandung dan Kiaracondong (Bandung), Stasiun Tawang dan Poncol (Semarang), serta Stasiun Pasar Turi dan Gubeng (Surabaya).

Direktur Komersial, Pengembangan Bisnis, dan TI Antara Rachmat Hidayat mengatakan, hasil riset tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi mudik semakin kuat.

"Temuan riset NEXT by Antara menunjukkan kereta api tidak hanya dipilih karena kenyamanan, tetapi juga karena efisiensi waktu dan tingkat keamanan yang dirasakan masyarakat, khususnya pada periode arus mudik Lebaran," ujar Rachmat di Jakarta, Selasa (31.3). 

Ia menambahkan, digitalisasi layanan turut berperan penting dalam meningkatkan pengalaman perjalanan masyarakat. "Dominasi pembelian tiket secara online serta tingginya kepuasan terhadap proses boarding menunjukkan transformasi digital layanan kereta api telah memberikan kemudahan yang signifikan bagi pengguna," tuturnya. 

Mayoritas GenZ
Riset tersebut mencatat responden didominasi perempuan sebesar 56% dan laki-laki 44%. Mayoritas responden berasal dari generasi Z sebesar 66%, disusul milenial 18,3%, gen Alpha 8,6%, dan gen X 6,3%. Berdasarkan pekerjaan, responden terbanyak merupakan pelajar atau mahasiswa sebesar 41,2%, disusul pegawai swasta 35,1% dan wiraswasta 7,1%.

Dari sisi layanan di stasiun, mayoritas responden menilai fasilitas KAI dalam kondisi baik. Kebersihan ruang tunggu dinilai baik oleh 86,6% responden, kebersihan toilet 84,3%, serta ketanggapan petugas 91,1%.

Dalam proses boarding, sebanyak 61,2% penumpang masih menggunakan boarding manual, sedangkan 38,8% menggunakan face recognition. Tingkat kepuasan terhadap proses boarding sendiri mencapai 93,7%.

Selain itu, integrasi antarmoda dinilai baik oleh 86% responden dan kemudahan akses layanan KAI di perkotaan mencapai 93,7%. Pada layanan di dalam kereta, kelas ekonomi menjadi pilihan utama responden sebesar 58%, diikuti kelas eksekutif 36,9% dan kelas bisnis 4,3%.

Responden juga menilai kenyamanan gerbong kereta baik sebesar 88,2%, kebersihan ruang kereta 92%, serta ketanggapan petugas di dalam kereta 92,6%. Sementara kebersihan toilet kereta dinilai baik oleh 79,6% responden dan fasilitas kantin atau restoran kereta 86,7%.

Dalam hal pembelian tiket, sebanyak 86,6% responden membeli tiket melalui layanan online, dengan 82,2% responden menilai proses pembelian tiket mudah. Namun demikian, sebanyak 47,7% responden menilai harga tiket relatif mahal, sementara 40,9% menilai harga tiket berada pada kategori netral.

Riset tersebut juga menunjukkan dampak sosial positif dari penggunaan kereta api. Sebanyak 32,3% responden menyebut kereta api membantu menghemat waktu perjalanan. Lalu, 30,8% menilai dapat mengurangi kemacetan, 16% merasakan keamanan lebih terjamin, dan 15,5% menilai akses perjalanan menjadi lebih mudah.

Selain itu, sebanyak 80,6% responden menyatakan komitmen KAI terhadap lingkungan mempengaruhi keputusan mereka menggunakan kereta api, dan 93,3% menilai kontribusi KAI dalam mendukung transportasi publik perkotaan sangat baik.

Survei juga mencatat tingkat loyalitas pengguna yang tinggi. Sebanyak 93,9% responden menyatakan akan kembali menggunakan kereta api, dan 93,5% responden bersedia merekomendasikan KAI kepada kerabat atau orang terdekat.