periskop.id - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi melaporkan telah menangani 54 korban kecelakaan kereta api di Bekasi Timur. Pihak rumah sakit memastikan seluruh identitas korban telah terdata dan jenazah korban meninggal dunia telah diserahkan kepada pihak keluarga.

Direktur Utama RSUD Bekasi, Ellya Niken Prastiwi, menjelaskan bahwa dari puluhan korban yang masuk, sebagian besar sudah diperbolehkan pulang, sementara belasan lainnya harus menjalani rawat inap intensif.

“Korban yang ada di RSUD Chasbullah Abdulmadjid berjumlah kurang lebih 54 orang, dan 15 di antaranya sudah pulang tadi pagi karena bisa melanjutkan rawat jalan. Sementara yang mendapatkan rawat inap, ada yang menjalani operasi dan ada yang dalam observasi, total sekitar 17 orang, dan sudah ditempatkan di ruang Bugenvil,” kata Niken di RSUD Bekasi, Selasa (28/4).

Mengenai kondisi medis para penyintas, Niken mengungkapkan mayoritas pasien mengalami luka memar di bagian kaki, paha, hingga wajah. Selain itu, terdapat beberapa pasien yang mengalami patah tulang (fraktur) serius dan sedang dipersiapkan untuk tindakan operasi.

Pihak rumah sakit telah menyiagakan 90 tenaga medis, termasuk empat dokter spesialis ortopedi, guna memberikan pelayanan secara profesional.

“Jenis lukanya beragam. Ada beberapa fraktur di bagian tangan dan kaki yang sudah direncanakan untuk operasi. Alhamdulillah, tidak ada pasien yang dirawat dalam kondisi tidak sadar,” jelasnya.

Meski demikian, Niken menyebut klasifikasi jumlah luka berat dan ringan secara spesifik masih dalam tahap kesimpulan oleh tim dokter spesialis yang menangani pasien di IGD maupun ruang perawatan.

Terkait penanganan korban jiwa, RSUD Bekasi mengonfirmasi terdapat tiga orang meninggal dunia yang sempat dibawa ke rumah sakit tersebut. Niken memastikan seluruh prosedur pemulasaraan jenazah telah selesai dan korban telah dibawa oleh pihak keluarga.

“Tiga orang yang meninggal semuanya sudah dipulangkan, diambil keluarganya, dan satu diantar ke Jawa, yakni ke Cilacap dan Wonogiri. Sementara untuk data korban luka di rumah sakit kami sudah teridentifikasi semua,” ungkap Niken.