periskop.id - Industri animasi Indonesia tengah menapaki fase penting dalam sejarah perkembangannya. Kepala Pusat Riset Masyarakat dan Budaya BRIN, Aulia Hadi Ph.D, menegaskan bahwa kapasitas teknis, kualitas talenta, serta daya kreasi anak bangsa kini telah mencapai standar kompetitif global.
“Hari ini tentunya menggarisbawahi bahwa saat ini kita memiliki kapasitas teknis, kemudian juga kualitas talenta, dan daya kreasi anak bangsa yang sudah mencapai standar kompetitif global,” ujarnya dikutip dari Antara, Selasa (19/5).
Selama satu dekade terakhir, sektor animasi nasional menunjukkan kontribusi yang semakin besar terhadap ekonomi kreatif. Laporan terbaru mencatat lonjakan signifikan dalam pengembangan kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP), terutama pada 2025.
“Nah, lebih dari itu, juga tadi lonjakan pendapatan IP yang ada di sektor animasi ini, khususnya pada tahun 2025, ini juga menjadi penanda bahwa lahirnya era baru di ekonomi kreatif yang berbasis kepada kekayaan intelektual,” jelas Aulia.
Potensi besar Indonesia dalam pengembangan IP kreatif didukung oleh keragaman cerita dan karakter lokal.
“Indonesia sudah mulai menunjukkan kapasitasnya yang bisa berproduksi untuk ikut di dalam potensi besar untuk memunculkan karakter, cerita, dan juga berbagai semesta kreatif yang ada di Indonesia ini,” tambahnya.
Hal ini sejalan dengan tren global di mana IP animasi menjadi aset ekonomi baru, sebagaimana disebut Menteri Ekraf sebelumnya sebagai “tambang baru” dalam bisnis kreatif.
Laporan tersebut juga menyoroti dimensi strategis industri animasi nasional, mulai dari struktur industri, pembiayaan, transformasi model bisnis, hingga dampak kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Teknologi AI kini memainkan peran penting dalam mempercepat proses produksi, meningkatkan kualitas visual, serta membuka peluang kolaborasi lintas sektor.
Data dari Statista 2025 menunjukkan bahwa pasar animasi global diproyeksikan mencapai lebih dari US$500 miliar pada 2030, dengan kontribusi besar dari IP berbasis karakter lokal.
Selain itu, Indonesia Animation Report 2026 menekankan perlunya kebijakan progresif dan kolaborasi lintas industri. Aulia berharap laporan ini menjadi fondasi strategis untuk memperkuat ekosistem animasi nasional.
“Semoga Indonesia Animation Report 2026 dapat menjadi fondasi strategis bagi kita, baik untuk melalui kebijakan yang lebih progresif, untuk kolaborasi yang lebih kuat, dan tentunya untuk masa depan industri animasi Indonesia,” katanya.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar