periskop.id - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta para orang tua calon peserta didik tidak panik menghadapi proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Siswa yang belum lolos seleksi awal, tegasnya, masih punya peluang melalui tahapan berikutnya.

Ia menerangkan, pemerintah telah menyiapkan mekanisme lanjutan lewat SPMB tahap 1 dan tahap 2 bagi siswa yang belum diterima di sekolah pilihan pertamanya.

Advertisement

"Masih punya waktu yang cukup untuk membenahi. Kita perbaiki," ujar Dedi Mulyadi dalam rilis Humas Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Rabu (10/6).

Jadwal selanjutnya sudah ditetapkan. SPMB tahap 1 dibuka pada 15-19 Juni 2026 dengan pengumuman hasil seleksi pada 25 Juni 2026. Bagi siswa yang masih belum mendapatkan sekolah, SPMB tahap 2 tersedia pada 30 Juni hingga 6 Juli 2026, dengan hasil seleksi diumumkan pada 10 Juli 2026.

Dedi menuturkan, skema bertahap tersebut dirancang untuk memastikan seluruh calon peserta didik mendapat kesempatan yang setara dalam mengakses pendidikan menengah negeri di Jawa Barat.

Di sisi transparansi, Pemprov Jabar juga mengoptimalkan sistem digital guna meminimalkan kendala teknis. Langkah itu disebut Dedi sebagai bagian dari komitmen menjaga integritas pelaksanaan SPMB secara keseluruhan.

Dedi juga membuka ruang bagi warga untuk melaporkan dugaan kecurangan, termasuk praktik jual beli kursi sekolah. Ia mendorong pelapor menyertakan nama lengkap pihak-pihak yang terlibat agar bisa ditindaklanjuti lewat jalur hukum.

"Sebutin siapa yang jual beli. Di mana, sebutin, jangan isu. Sebutin siapa yang jual beli, sebutin namanya, gurunya siapa, pejabatnya sebutin. Ya laporin, proses hukum," tegasnya.

Dedi memastikan seluruh proses penerimaan murid baru berjalan secara objektif. Penilaian calon peserta didik, menurutnya, telah mengacu pada petunjuk teknis SPMB 2026 yang berlaku di Jawa Barat.

Saat ini, proses SPMB Jawa Barat masih berada pada tahap Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) yang semula berlangsung hingga 9 Juni 2026 pukul 21.00 WIB. Pada tahap ini, calon siswa memilih sekolah tujuan melalui jalur yang telah ditentukan, dengan pengumuman hasil dijadwalkan pada 12 Juni. Pemprov Jabar berharap masyarakat mengikuti setiap tahapan dengan tenang dan memanfaatkan seluruh kesempatan yang tersedia sebelum proses penerimaan berakhir pada Juli mendatang.

"Dengan perpanjangan waktu ini, semakin banyak murid yang dapat mengikuti proses pemetaan dan memperoleh akses pendidikan jenjang menengah," kata Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto, yang sebelumnya mengumumkan perpanjangan batas pengisian data PCMB hingga Kamis (11/6).