periskop.id - Ketika sebagian besar motor listrik masih berjuang membuktikan diri di jalan raya, pabrikan asal California, Lightfighter, justru mengambil jalur berbeda. Mereka mengembangkan motor listrik yang sejak awal dirancang khusus untuk balapan dan track day, bukan untuk penggunaan harian. 

Pendekatan tersebut kini semakin serius setelah perusahaan membuka program test ride publik di sejumlah sirkuit terkenal di California sepanjang 2026.

Advertisement

Program demo tersebut memungkinkan pengendara mencoba langsung dua model terbaru, yakni Lightfighter V3-RS Supersport dan V3-RH Super Hooligan. Keduanya merupakan motor yang lahir dari pengalaman balap perusahaan di berbagai kejuaraan Amerika Serikat, termasuk ajang MotoAmerica. 

Alih-alih hanya mengandalkan kampanye pemasaran, Lightfighter memilih membiarkan calon pelanggan merasakan sendiri performa motor listrik di habitat aslinya, yaitu lintasan balap.

Strategi ini cukup menarik karena industri motor listrik dalam beberapa tahun terakhir dipenuhi berbagai startup yang menjanjikan performa revolusioner namun terlambat memasuki produksi massal. Lightfighter mencoba mengambil jalan berbeda dengan menghadirkan purwarupa yang benar-benar bisa dikendarai oleh publik di sirkuit.

Spesifikasi Lengkap Lightfighter V3-RS

Model V3-RS merupakan varian supersport yang ditujukan untuk pembalap amatir, penghobi track day, hingga tim balap klub. Motor ini menggunakan rangka tubular trellis berbahan chromoly steel yang dikembangkan khusus untuk platform tersebut.

Jantung penggeraknya berupa motor listrik berpendingin cairan hasil pengembangan bersama Parker-Hannifin. 

Berdasarkan data teknis yang dipublikasikan perusahaan, V3-RS mampu menghasilkan tenaga hingga 154 hp dengan torsi puncak sekitar 162 Nm atau setara 120 lb-ft. Bobotnya berada di kisaran 181 kilogram atau 399 pon, angka yang cukup impresif untuk motor listrik berperforma tinggi.

Energi disuplai oleh baterai lithium-ion NMC berkapasitas besar yang dirancang menggunakan sel otomotif dari Farasis Energy. Sistem pendinginan baterai dikembangkan sendiri oleh Lightfighter agar mampu bertahan dalam penggunaan ekstrem di lintasan balap.

Untuk sektor kaki-kaki, V3-RS dibekali suspensi premium Öhlins FGR di depan dan Öhlins TTX di belakang. Sistem pengereman menggunakan kaliper Brembo spesifikasi balap serta velg forged aluminium OZ Racing yang biasa ditemukan pada motor kompetisi kelas atas.

Lightfighter V3-RH, Motor Listrik Super Hooligan

Selain versi supersport, Lightfighter juga menghadirkan V3-RH yang dikembangkan sesuai regulasi kelas Super Hooligan MotoAmerica. Secara konsep, motor ini menggabungkan posisi berkendara lebih tegak ala naked bike dengan performa khas motor balap.

Spesifikasinya tidak kalah mengesankan. V3-RH menghasilkan tenaga 135 hp dan torsi 162 Nm dari motor listrik berpendingin cairan yang mampu berputar hingga lebih dari 11.000 rpm. Baterainya memiliki kapasitas 16 kWh dengan waktu pengisian sekitar satu jam.

Fitur elektroniknya juga tergolong canggih, mulai dari traction control 10 level berbasis IMU enam sumbu, regenerative braking lima level, hingga ECU dan panel instrumen balap dari MoTeC. Kombinasi tersebut membuat motor ini mampu bersaing melawan motor bermesin bensin di ajang nasional Amerika.

Salah satu pencapaian penting Lightfighter terjadi ketika V3-RH berhasil meraih podium di kejuaraan MotoAmerica Super Hooligan bersama tim OrangeCat Racing. 

Hasil tersebut menjadi bukti bahwa motor listrik tidak lagi sekadar eksperimen teknologi, melainkan sudah mampu bertarung melawan motor konvensional dalam kompetisi resmi.

Menariknya, kelas Super Hooligan juga diisi berbagai motor bermesin bensin seperti Harley-Davidson Pan America, Indian FTR1200, KTM 890 Duke R, hingga Triumph Street Triple 765 RS. 

Kehadiran Lightfighter membuat persaingan semakin unik karena teknologi listrik dan mesin pembakaran internal bertarung secara langsung di lintasan yang sama.

Tentang Lightfighter

Lightfighter bermarkas di Sunnyvale, California, Amerika Serikat. Perusahaan ini didirikan oleh sejumlah tokoh berpengalaman di industri kendaraan listrik. 

CEO-nya adalah Brian Wismann, sosok yang pernah terlibat dalam pengembangan produk di Brammo dan Zero Motorcycles. Sementara CTO-nya, Nick Lambert, memiliki pengalaman di Tesla. 

Salah satu pendirinya, Ely Schless, dikenal sebagai pembalap dan pionir motor listrik melalui proyek ElectricMoto sejak awal 2000-an.

Awalnya, Lightfighter hanya merupakan proyek kecil untuk menciptakan motor listrik khusus balap klub. Namun performanya yang menjanjikan membuat perusahaan berkembang menjadi produsen motor listrik performa tinggi yang kini menargetkan produksi terbatas mulai 2027.

Masa Depan Motor Balap Listrik

Di tengah perdebatan soal jarak tempuh dan infrastruktur pengisian daya motor listrik, Lightfighter memilih fokus pada area yang paling cocok untuk teknologi EV, yaitu lintasan balap. 

Karakter motor listrik yang memiliki torsi instan, minim getaran, tanpa perpindahan gigi, dan biaya perawatan lebih rendah menjadi keunggulan yang sulit diabaikan dalam dunia motorsport.

Jika proyek ini berhasil memasuki produksi sesuai jadwal, Lightfighter berpotensi menjadi salah satu pelopor motor listrik balap produksi terbatas yang benar-benar lahir dari pengalaman kompetisi. 

Di saat banyak produsen masih berusaha meyakinkan pasar melalui brosur dan presentasi, Lightfighter memilih membuktikan kemampuannya langsung di atas aspal sirkuit.