periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap optimis terhadap prospek Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meski pasar kembali mengalami tekanan. Menurutnya, koreksi yang terjadi saat ini lebih dipengaruhi sentimen jangka pendek dibandingkan perubahan fundamental ekonomi Indonesia.

‎Purbaya menilai investor tidak perlu khawatir berlebihan terhadap pergerakan IHSG. Ia menegaskan kondisi ekonomi domestik masih berada dalam jalur yang kuat, ditopang oleh kinerja penerimaan negara yang terus membaik serta daya beli masyarakat yang tetap terjaga.

Advertisement

‎"Jangan takut, fundamental ekonomi bagus. Ini mungkin ada short, ketakutan orang jangka pendek aja. Fondasi ekonomi bagus, nggak ada masalah. Pendapatan pajak di Mei aja masih kenceng begitu," kata Purbaya kepada media, dikutip Kamis (4/6).

‎Ia mencontohkan penerimaan pajak hingga Mei 2026 yang masih mencatat pertumbuhan kuat sebagai salah satu indikator bahwa aktivitas ekonomi nasional tetap berjalan solid. Selain itu, tingginya mobilitas masyarakat dan ramainya aktivitas di berbagai sektor juga menunjukkan konsumsi domestik masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi.

‎"Di mana-mana rame kan, tempat hiburan, hotel, di jalan. Jakarta juga ramai. Saya pikir kalau liburan ke daerah, Jakarta kosong. Ternyata rame juga. Jadi emang domestic demand masih kuat," terang dia. 

‎Menurut Purbaya, kuatnya konsumsi domestik tersebut akan menjadi modal penting untuk menjaga laju pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Karena itu, ia meyakini kekhawatiran bahwa ekonomi nasional akan mengalami perlambatan tajam tidak memiliki dasar yang kuat.

‎"Daya beli masyarakat masih cukup kuat. itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi kita. jadi nggak usah takut kita akan jeblok. Saya yakin akna naik lagi karena fondasi ekonomi bagus," tuturnya. 

‎Meski demikian, ia enggan memproyeksikan target level IHSG secara spesifik. Pemerintah, kata dia, akan terus berupaya menjaga kepercayaan pasar, tidak hanya melalui penguatan fundamental ekonomi, tetapi juga dengan memperhatikan sentimen pelaku pasar terhadap berbagai kebijakan yang diambil pemerintah.

‎"Kalau nanya level nggak tahu. Saya bilang nggak usah takut. jadi kita akan pastikan lagi semuanya lebih baik, termasuk menjaga sentimen pasar. tadinya saya kan cuma fokus di fundamental aja," tutupnya.