Periskop.id - Xiaomi resmi meluncurkan lini SUV terbaru bertajuk Sky Nomad pada Kamis (9/7/2026), memperluas portofolio kendaraannya ke segmen extended-range electric vehicle (EREV). Langkah ini memperkuat posisi perusahaan teknologi asal China itu sebagai pesaing langsung Tesla.

CEO Xiaomi Lei Jun memaparkan kendaraan tersebut bakal dipasarkan dengan nama Xiaomi Pengcheng di pasar domestik China. Ia menggambarkan Sky Nomad sebagai kendaraan yang cerdas, serbaguna, dan lapang, sebagaimana dilaporkan Reuters.

"Bagi mereka, mobil bukan hanya sarana transportasi, melainkan ruang bergerak yang dapat menjadi rumah kedua," ujar Lei Jun dalam peluncuran Sky Nomad, Kamis (9/7).

Sky Nomad mengusung teknologi EREV, yakni kendaraan hibrida plug-in yang memadukan motor listrik dengan mesin pembakaran internal sebagai generator. Sistem ini memungkinkan jarak tempuh baterai lebih panjang ketimbang kendaraan listrik murni, menjawab kebutuhan konsumen yang masih ragu soal keterbatasan daya jangkau.

Peluncuran Sky Nomad menandai perluasan lini Xiaomi dari sedan dan crossover listrik murni ke segmen SUV EREV yang kian populer di China. Sebelumnya, perusahaan telah memasarkan sedan SU7 dan crossover YU7 yang menjadi andalan pendapatannya dalam dua tahun terakhir.

Ekspansi ke otomotif disebut sebagai respons Xiaomi terhadap kejenuhan pasar ponsel pintar dan peralatan rumah tangga secara global. Bisnis kendaraan listrik dipandang sebagai sumber pertumbuhan baru, meski segmen ini masih menuntut investasi besar dengan margin keuntungan yang lebih tipis dibanding elektronik konsumsi.

Dalam strategi pemasarannya, Xiaomi memosisikan jajaran mobil listrik sebagai alternatif berteknologi tinggi dari China untuk bersaing langsung dengan Tesla, khususnya Model 3 dan Model Y.

Berdasarkan data platform informasi otomotif DCar, Xiaomi telah mengirimkan 258.232 unit crossover YU7 di China hingga akhir Juni 2026, sejak model itu diluncurkan pada Juni 2025. Sebagai perbandingan, Tesla Model Y membukukan penjualan 471.207 unit di China dalam rentang waktu yang sama.

Meski permintaan terhadap model-model yang ada terbilang solid, Xiaomi belum mulai mengekspor kendaraan listriknya, berbeda dari sejumlah produsen otomotif China lainnya yang sudah merambah pasar global. Perusahaan menargetkan kehadiran perdana di pasar Eropa pada tahun depan.

Kehadiran Sky Nomad juga merupakan respons terhadap meningkatnya permintaan kendaraan berjarak tempuh panjang di pasar domestik China, seiring konsumen yang semakin selektif memilih teknologi drivetrain yang paling sesuai kebutuhan harian mereka.