Periskop.id  — Kepulauan Seribu kembali menjadi salah satu tujuan wisata favorit warga Jakarta dan sekitarnya, untuk menghabiskan waktu di libur panjang Waisak 2026. Dalam dua hari libur, Sabtu (30/5) dan Minggu (31/5), sebanyak 13.020 wisatawan mancanegara dan Nusantara, tercatat mengunjungi sejumlah destinasi wisata di wilayah kepulauan tersebut.

Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kepulauan Seribu Fahmi Ardi Ramlan mengatakan, wisatawan datang melalui berbagai pintu masuk, baik dari wilayah Jakarta maupun Tangerang. Akses yang relatif dekat dari daratan menjadi salah satu alasan Kepulauan Seribu tetap diminati sebagai destinasi liburan singkat.

Advertisement

“Belasan ribu wisatawan tersebut datang dari berbagai pintu masuk wilayah Kepulauan Seribu, baik yang ada di wilayah Jakarta dan Tangerang,” kata Fahmi di Jakarta, Senin (1/6). 

Berdasarkan data Sudin Parekraf Kepulauan Seribu, jumlah kunjungan, Sabtu (30/5) mencapai 6.110 orang. Angka tersebut naik pada Minggu (31/5) menjadi 6.910 orang. Jika digabung, total wisatawan selama dua hari libur Waisak mencapai 13.020 orang.

Menurut Fahmi, posisi Kepulauan Seribu yang tidak terlalu jauh dari Jakarta, membuat kawasan ini tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang ingin menikmati wisata bahari tanpa harus bepergian jauh ke luar kota. Ia memperkirakan jumlah kunjungan masih berpotensi bertambah karena libur Hari Lahir Pancasila jatuh pada Senin (1/6).

“Kunjungan ini akan terus bertambah hingga hari ini dan datanya masih dikumpulkan,” serunya. 

Kenaikan kunjungan juga terlihat di Pulau Untung Jawa. Pada periode yang sama, sebanyak 2.031 pengunjung tercatat menikmati libur panjang akhir pekan di pulau tersebut. Mayoritas wisatawan datang melalui Dermaga Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, menggunakan kapal penyeberangan tradisional. 

Dampak Ekonomi
Lurah Pulau Untung Jawa Muslim menyebut, kunjungan tersebut menunjukkan, Pulau Untung Jawa masih menjadi pilihan masyarakat untuk berlibur bersama keluarga dan kerabat. 

Tingginya arus wisatawan turut memberi dampak ekonomi bagi warga lokal. Ketua Kelompok Sadar Wisata Pulau Untung Jawa Rusli sebelumnya mengatakan aktivitas homestay, penyewaan wahana permainan air, kuliner, hingga UMKM ikut meningkat selama akhir pekan. Ia juga mengajak pengunjung menjaga kebersihan pantai dan lingkungan agar keindahan pulau tetap terjaga. 

Fenomena ini sejalan dengan tren kunjungan wisata ke Kepulauan Seribu. Jumlah wisatawan ke Kepulauan Seribu pada 2025 mencapai 398.519 orang. Destinasi favorit masih didominasi pulau berpenduduk, seperti Pulau Pari, Pulau Untung Jawa, dan Pulau Tidung. Puncak kunjungan pada 2025 terjadi pada April dengan 65.153 orang dan Mei dengan 53.098 orang. 

Dari total kunjungan 2025, mayoritas merupakan wisatawan nusantara sebanyak 384.213 orang atau 96,4%, sementara wisatawan mancanegara tercatat 14.306 orang atau 3,6 %. Kunjungan ke pulau berpenduduk mencapai sekitar 380.475 kunjungan, jauh lebih besar dibanding pulau resor. 

Selain libur Waisak, Kepulauan Seribu juga sempat mencatat lonjakan kunjungan pada libur panjang lainnya. Pada libur Kenaikan Yesus Kristus, sebanyak 6.252 wisatawan mancanegara dan nusantara mengunjungi kawasan wisata Kepulauan Seribu melalui sejumlah pintu keberangkatan utama. 

Kepala Sudin Parekraf Kepulauan Seribu Sonti Pangaribuan saat itu mengatakan, sebanyak 6.252 wisatawan mancanegara dan nusantara mengunjungi kawasan wisata tersebut melalui sejumlah pintu keberangkatan utama.

Ramainya kunjungan saat libur panjang menjadi peluang bagi ekonomi lokal, terutama pelaku usaha transportasi laut, homestay, kuliner, penyewaan alat wisata air, hingga pedagang kecil di pulau-pulau berpenduduk. Namun, peningkatan wisatawan juga perlu diimbangi dengan pengawasan keselamatan penyeberangan, pengelolaan sampah, dan kesiapan fasilitas publik.

Pemerintah daerah sebelumnya juga mengingatkan wisatawan agar mematuhi aturan keselamatan dan menjaga kebersihan selama berlibur di Kepulauan Seribu.