Periskop.id - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 6,07 juta selama Januari-Mei 2026. Angka itu naik 7,68% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebutkan, pertumbuhan tersebut jadi sinyal pemulihan sektor pariwisata masih terjaga. Ia menilai kondisi itu tercapai meski ada berbagai tantangan global, termasuk dinamika geopolitik di Timur Tengah.

"Pada bulan Mei 2026, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 1,38 juta kunjungan, meningkat 5,83% dibandingkan Mei 2025. Secara kumulatif Januari hingga Mei 2026, Indonesia telah mencatat 6,07 juta kunjungan wisatawan mancanegara atau tumbuh sebesar 7,68% dibandingkan periode yang sama tahun 2025," ujar Widiyanti dalam konferensi pers Update Program Prioritas/PHTC serta Peningkatan Daya Saing Pariwisata Nasional di Kantor Bakom RI, Rabu (15/7).

Widiyanti menuturkan, tren kenaikan itu didorong strategi Kemenpar yang berfokus memperkuat pasar wisata jarak dekat dan menengah. Strategi tersebut dinilai efektif menjaga momentum kunjungan wisatawan asing di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Selain kenaikan jumlah wisman, Indonesia juga masih membukukan surplus kunjungan dibandingkan jumlah warga negaranya yang bepergian ke luar negeri.

Pada Mei 2026, jumlah wisatawan asing tercatat lebih tinggi sekitar 830.000 dibandingkan wisatawan nasional yang melancong ke luar negeri. Secara kumulatif Januari-Mei 2026, surplus tersebut mencapai 2,37 juta kunjungan, naik 32,49% dari periode sama tahun lalu.

Widiyanti menilai capaian tersebut mencerminkan kontribusi sektor pariwisata yang kian besar terhadap penerimaan devisa nasional.

Di sisi lain, wisatawan nusantara tetap jadi penopang utama industri pariwisata. Perjalanan wisatawan domestik pada Mei 2026 naik 8,69% secara tahunan.

Secara kumulatif Januari-Mei 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 523,22 juta perjalanan, tumbuh 2,86% dari periode sama tahun sebelumnya.

Untuk menjaga tren tersebut, Kemenpar berencana memperkuat konektivitas menuju destinasi wisata, meningkatkan kualitas destinasi, memperbanyak penyelenggaraan event, serta mengoptimalkan promosi yang lebih terarah.

Pemerintah turut mengakselerasi lima program prioritas pariwisata. Program itu mencakup peningkatan keselamatan berwisata, pengembangan desa wisata, pariwisata berkualitas, Event by Indonesia, serta digitalisasi lewat program Tourism 5.0.

"Kami akan terus menjaga momentum pertumbuhan ini melalui penguatan konektivitas, peningkatan kualitas destinasi, penyelenggaraan event, serta promosi yang lebih terarah sehingga sektor pariwisata dapat memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," kata Widiyanti.