periskop.id - PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) menutup tahun buku 2025 dengan kinerja yang tidak hanya impresif, tetapi juga menandai titik balik penting dalam perjalanan transformasi bisnisnya. Perseroan berhasil mencatatkan laba bersih sekitar Rp8 miliar, setelah pada tahun sebelumnya masih membukukan kerugian sebesar Rp5,37 miliar.

Lompatan signifikan ini berjalan seiring dengan pertumbuhan pendapatan yang solid, mencapai Rp226,85 miliar, atau meningkat tajam 57,8% secara tahunan dibandingkan Rp143,77 miliar pada 2024. Hal ini mencerminkan keberhasilan strategi turnaround yang dijalankan secara disiplin dan terukur.

"Pencapaian ini mencerminkan efektivitas strategi turnaround Perseroan, termasuk optimalisasi biaya, peningkatan efisiensi operasional, serta fokus pada segmen bisnis dengan margin yang lebih tinggi," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (1/4).

Selain itu, perseroan juga menunjukkan ketajaman dalam membaca peluang pasar dengan memperkuat portofolio produk unggulan, seperti JasCall (Cloud Contact Center), Omnichannel Communication Platform, hingga layanan WhatsApp Business API yang semakin relevan di era digitalisasi komunikasi.

Tak hanya itu, keberhasilan memenangkan berbagai tender, khususnya dari lembaga pemerintah, turut memperkuat posisi JAST sebagai pemain yang kian diperhitungkan di sektor teknologi komunikasi nasional.

Selanjutnya, ekspansi pasar yang agresif ke sektor keuangan, pemerintahan, hingga BUMN semakin mempertegas arah pertumbuhan Perseroan yang tidak hanya bertumpu pada volume, tetapi juga kualitas pendapatan.

Dengan fondasi yang semakin kokoh, JAST kini menatap tahun 2026 dengan optimisme tinggi melalui strategi yang lebih progresif dan visioner. Fokus pengembangan akan diarahkan pada pemanfaatan teknologi masa depan, seperti Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT), yang menjadi kunci dalam menghadirkan solusi smart city yang terintegrasi.

Implementasi solusi CCTV surveillance yang telah mulai dijalankan, khususnya di lingkungan pemerintah daerah, membuka peluang baru dalam mendukung peningkatan efisiensi serta optimalisasi pendapatan daerah melalui monitoring aktivitas berbasis teknologi.

"Perseroan saat ini telah memulai implementasi solusi CCTV surveillance yang dimanfaatkan untuk mendukung monitoring aktivitas, termasuk pada instansi pemerintah daerah, dalam rangka optimalisasi pendapatan daerah melalui pemantauan operasional di lapangan," lanjut manajemen.

Lebih jauh lagi, JAST juga membidik peluang dari pengembangan proyek Waste-to-Energy (W2E), seiring dengan meningkatnya adopsi layanan darurat 112 di berbagai wilayah. Dengan keunggulan dalam komunikasi dan integrasi sistem, Perseroan berada pada posisi strategis untuk berperan dalam ekosistem pengelolaan kota yang berkelanjutan dan berbasis teknologi.

Didukung oleh kolaborasi aktif dengan mitra global, institusi keuangan, serta berbagai korporasi, JAST terus memperluas jangkauan sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan. Dengan kombinasi inovasi, ekspansi, dan eksekusi yang solid, kebangkitan laba bersih di tahun 2025 bukan sekadar pemulihan, melainkan awal dari fase pertumbuhan baru yang lebih agresif dan berdaya saing tinggi di lanskap digital Indonesia.