periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Selasa 2 Juni 2026 terpantau merangkak di zona hijau. IHSG naik 1,52% ke level 6.220 sekitar pukul 09.30 WIB.

IHSG dibuka pada level 6.210 dan bergerak di rentang 6.183-6.242. Secara teknikal, Stochastic RSI melanjutkan reversal ke arah pivot dan histogram negatif MACD berlanjut menyempit. 

Advertisement

“Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi bergerak sideways di kisaran 6.000-6.300,” uls Tim Riset Phintraco Sekuritas, Selasa (2/6).

Beberapa saham pilihan yang menarik dicermati pada perdagangan hari ini, antara lain HMSP, INDF, ICBP, MTEL dan GGRM.

Sebelumnya, IHSG ditutup melemah tipis di level 6,127.38 (-0.05%) pada perdagangan Jumat (29/5), setelah sebelumnya sempat menguat hingga level 6,230, seiring efektifnya rebalancing indeks MSCI bulan Mei 2026. Rupiah melemah pada level terendah di Rp17,881 per dolar di pasar spot (29/5). 

Ekspor tiga komoditas, yaitu batu bara, kelapa sawit dan ferro alloy, melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) mulai dilaksanakan pada 1 Juni 2026.  Implementasi ini merupakan periode transisi di mana kewajiban eksportir untuk melaporkan kegiatan ekspornya melalui PT DSI. 

“Investor akan mencermati transparansi pelaksanaan kebijakan ini serta bagaimana dampak dari implementasi kebijakan ini terhadap kinerja emiten-emiten yang terkait,” tulis riset yang sama.

Sementara itu Menteri Keuangan akan memberikan insentif pajak bagi eksportir yang menempatkan DHE SDA di dalam negeri. Fasiltas ini meliputi tarif PPh yang lebih rendah dengan besaran tarif akan menyesuaikan jangka waktu penempatan dana oleh para eksportir, hingga dapat mencapai 0%. 

Bagi eksportir diuntungkan dari pemangkasan biaya pajak, tawaran suku bunga kompetitif, serta dapat dijadikan agunan kredit. Bagi bank, memperoleh dana valas murah dan meningkatkan likuiditas. 

Inflasi Mei 2026 diperkirakan naik menjadi 3.1% YoY dari 2.42% YoY, dengan inflasi MoM diperkirakan menjadi 0.2% MoM dari 0.13% MoM (2/6). Untuk surplus neraca perdagangan diperkirakan menurun menjadi US$0.5 miliar di April 2026 dari US$3.32 miliar di Maret 2026 (2/6). Indeks manufacturing PMI diperkirakan turun di 49.1 di Mei 2026 dari 49.5 (2/6).