periskop.id - IHSG akhirnya membalik arah setelah empat sesi berturut-turut dilanda pelemahan. Pada perdagangan Selasa (9/6), indeks acuan bursa Indonesia itu melonjak 7,57% dan resmi mengakhiri tren merah yang sempat menekan pasar modal dalam negeri.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup di level 5.746,65. Nilai transaksi harian menyentuh Rp27,90 triliun dengan volume perdagangan mencapai 41,98 miliar saham.
Dari sisi pergerakan saham individual, sebanyak 708 emiten mencatatkan kenaikan harga. Sementara 99 saham melemah dan 152 lainnya bergerak stagnan.
Reli ini terjadi tepat sehari setelah IHSG menyentuh titik terendahnya sejak akhir 2020. Pembalikan arah yang tajam itu mencerminkan respons pasar terhadap sejumlah sentimen positif yang hadir secara serentak.
BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, lonjakan IHSG pada sesi Selasa ditopang tiga katalis utama yang muncul dalam waktu bersamaan. Salah satu pendorong paling signifikan adalah keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan.
BI mengerek BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%. Langkah tersebut dinilai BRI Danareksa Sekuritas sebagai penegasan fokus bank sentral dalam menstabilkan nilai tukar rupiah sekaligus mengendalikan laju inflasi.
Kenaikan suku bunga itu juga disebut turut mendongkrak daya tarik aset keuangan domestik di mata investor portofolio. Minat investor terhadap instrumen berbasis rupiah pun ikut terkerek seiring sinyal kebijakan moneter yang lebih tegas dari BI.
Kepercayaan pasar yang sempat terkikis selama empat sesi sebelumnya perlahan pulih. Penguatan yang terjadi secara luas, dengan lebih dari 700 saham berhasil naik, menunjukkan bahwa tekanan jual mulai mereda secara merata di berbagai sektor.
Perlu dicatat, sehari sebelum reli ini terjadi, IHSG sempat jatuh ke posisi terendahnya dalam kurun lebih dari lima tahun terakhir. Kondisi itu menjadi latar belakang mengapa pemulihan pada Selasa ini disambut pasar dengan volume transaksi yang cukup tinggi.
Tiga katalis yang hadir bersamaan tersebut, menurut BRI Danareksa Sekuritas, cukup kuat untuk memperbaiki sentimen jangka pendek secara signifikan. Keputusan BI menaikkan suku bunga menjadi salah satu sinyal paling konkret yang dibaca investor sebagai langkah stabilisasi dari otoritas moneter.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar