periskop.id - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi berkolaborasi membuka akses pasar modal bagi para pelaku ekonomi kreatif. Kemitraan ini difokuskan untuk memperluas jalur pendanaan dan investasi di sektor ekraf.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyebutkan, pelaku ekraf membutuhkan ekosistem pendanaan yang menyeluruh agar usaha mereka bisa tumbuh secara berkelanjutan. Ia menilai keterlibatan pasar modal menjadi komponen penting yang selama ini perlu diperkuat.
"Potensi kreativitas, inovasi, dan kekuatan budaya Indonesia harus didukung dengan ekosistem yang lengkap, termasuk akses pendanaan dan investasi, sehingga para pegiat ekraf dapat lebih berkembang secara berkelanjutan," kata Teuku Riefky dalam audiensi bersama pejabat BEI di Jakarta, dikutip Kamis (11/6).
Lewat kolaborasi ini, ia mengungkapkan, semakin banyak pegiat ekraf diharapkan memahami seluk-beluk pasar modal dan siap memanfaatkan kreativitas sebagai daya tarik investasi.
"Kementerian Ekraf fokus mendorong para pegiat ekonomi kreatif yang sudah berdaya untuk naik kelas menjadi perusahaan nasional bahkan berskala global," tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Kemenekraf dan BEI telah menggelar program roadshow bertajuk KreatIPO, yang menggabungkan Workshop Go Public dan sesi coaching clinic untuk pelaku ekraf. Program ini dirancang guna meningkatkan literasi finansial sekaligus memfasilitasi akses pendanaan bagi para pegiat.
Plt Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan, bursa membuka pintu selebar-lebarnya bagi pelaku ekraf yang ingin masuk ke pasar modal, baik sebagai investor maupun sebagai perusahaan penghimpun dana. Menurutnya, kolaborasi dengan Kemenekraf perlu dimulai dari penguatan edukasi dan kesadaran pelaku ekraf soal BEI.
Data kementerian mencatat, realisasi investasi di sektor ekraf sepanjang 2025 menembus Rp183 triliun, naik 32,33% dibanding tahun sebelumnya. Subsektor usaha ekraf juga tercatat menyerap 27,4 juta tenaga kerja.
Angka tersebut memperkuat posisi ekonomi kreatif sebagai sektor strategis yang dinilai layak mendapat perhatian lebih dari ekosistem pasar modal. Jeffrey menyebutkan, peningkatan pemahaman para pegiat ekraf terhadap mekanisme bursa efek menjadi prioritas awal dari kemitraan ini.
"Kami tentu menyambut pegiat-pegiat ekonomi kreatif untuk bisa bergabung di pasar modal, baik sebagai investor untuk menikmati pertumbuhan pasar modal maupun sebagai perusahaan untuk menghimpun dana dan mengembangkan usaha," pungkas Jeffrey.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar