periskop.id - Shin Tae Yong resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala Persija Jakarta untuk musim depan. Mantan juru taktik Timnas Indonesia itu membeberkan alasan di balik keputusannya menerima pinangan Macan Kemayoran.

Pelatih asal Korea Selatan tersebut menyebutkan, lima tahun menangani skuad Garuda membuatnya sangat mengenal ekosistem sepak bola Jakarta. Kedekatan dengan dua stadion utama ibu kota, GBK dan JIS, diakui sebagai salah satu faktor yang mendorongnya bergabung.

Advertisement

“Karena melatih Timnas Indonesia selama lima tahun, saya sangat mengenal stadion utama Jakarta, GBK dan JIS. Saya paling mengenal tim Persija, dan saya merasakan Persija adalah tim terbaik di Indonesia,” ujar Shin Tae Yong dalam sesi perkenalan di Jakarta International Stadium, Senin (8/6).

Bukan hanya soal keakraban dengan stadion dan suasana Jakarta, STY juga mengungkapkan pertemuannya dengan pihak manajemen Persija menjadi titik balik yang meyakinkannya menerima tantangan baru di kompetisi domestik.

Ia menambahkan, meski banyak klub kompetitif di Super League, ada sesuatu dari diskusinya dengan Persija yang sulit ditolak. Hasrat untuk berkembang dan ikut memajukan sepak bola Indonesia di level klub disebut sebagai bagian dari pertimbangannya.

STY mengisi posisi yang ditinggalkan Mauricio Souza. Pelatih asal Brasil itu tidak mendapatkan perpanjangan kontrak setelah musim Super League 2025/2026 berakhir.

Keputusan memutus kerja sama dengan Souza dipicu kegagalannya memenuhi target membawa Persija meraih gelar juara Super League. Tanpa pencapaian tersebut, manajemen memilih tidak melanjutkan kontraknya.

Gelar juara musim ini justru jatuh ke tangan rival berat, Persib Bandung. Tim asal Kota Kembang itu bahkan sukses mencatatkan tiga trofi beruntun.

Sementara itu, Persija mengakhiri musim di peringkat ketiga klasemen akhir Super League, finis di bawah Persib Bandung dan Borneo FC.

“Memang banyak tim bagus di Super League, seperti Persib Bandung, Persija, Borneo FC, dan Bali United. Tetapi setelah meeting dengan pihak Persija, saya ingin menantang diri di Super League baik dari sisi prestasi, sistem, maupun untuk membantu mengembangkan sepak bola Indonesia,” pungkas STY.