periskop.id - Shin Tae-yong resmi menjadi pelatih Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bahkan menolak tawaran finansial lebih menggiurkan dari pihak lain demi bergabung bersama klub ibu kota tersebut.
Ia menegaskan, keputusan itu bukan semata pertimbangan materi. Kecintaannya kepada Indonesia dan keinginan membangun tim berstandar internasional menjadi dua alasan utama yang mendorong pilihannya merapat ke Persija.
Pengumuman resmi bergabungnya Shin Tae-yong disampaikan dalam sebuah acara perkenalan di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, Senin (8/6).
Tawaran dengan nilai finansial lebih besar memang sempat datang kepadanya. Namun, tawaran-tawaran tersebut dinilainya tidak sebanding dengan ikatan emosional yang sudah terjalin antara dirinya dan Indonesia.
Visi membangun Persija menjadi tim berstandar internasional juga disebut sebagai faktor penentu. Menurutnya, proyek jangka panjang seperti itulah yang membuatnya tertarik, bukan sekadar kontrak dengan nominal besar.
Di sisi lain, ketertarikan Persija terhadap Shin Tae-yong ternyata bukan hal baru. Klub berjuluk Macan Kemayoran itu dikabarkan sudah mengincar pelatih berusia tersebut sejak pekan ke-25 BRI Super League musim lalu.
Artinya, proses pendekatan antara Persija dan Shin Tae-yong berlangsung cukup panjang sebelum akhirnya terwujud. Keseriusan kedua belah pihak akhirnya menemukan titik temu di JIS pada Senin.
Persija sendiri kini berkompetisi di BRI Super League, kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Kehadiran Shin Tae-yong diharapkan membawa warna baru bagi perjalanan klub dalam kompetisi tersebut.
Pengalaman Shin Tae-yong menangani sepak bola Indonesia sebelumnya dinilai menjadi nilai tambah tersendiri. Ia dianggap sudah memahami karakter dan dinamika sepak bola tanah air dengan cukup baik.
Bergabungnya Shin Tae-yong ke Persija Jakarta menandai babak baru perjalanan kariernya di Indonesia. Ia kini punya kesempatan membuktikan visi membangun tim berstandar internasional itu lewat panggung BRI Super League.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar