Periskop.id — NASA mulai menyiapkan penggunaan drone dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mendukung pembangunan pangkalan permanen di Bulan. Teknologi ini akan dipakai untuk membantu pemetaan wilayah, pencarian lokasi pendaratan yang aman, hingga mendukung eksplorasi jangka panjang di permukaan Bulan.
Eksekutif Program Pangkalan Bulan NASA Carlos Garcia-Galan mengatakan, AI berpotensi menjadi teknologi kunci dalam pengoperasian drone di lingkungan Bulan yang ekstrem. Drone dapat digunakan untuk menjelajahi area yang sulit dijangkau, memetakan kontur permukaan, dan membantu NASA menentukan lokasi yang paling aman untuk pendaratan maupun pembangunan infrastruktur.
"Saya pikir AI akan sangat membantu kami dalam hal itu," kata Garcia-Galan dalam wawancara dengan RIA Novostiyang dipublikasikan Senin (1/6).
Menurut Garcia-Galan, proyek pangkalan Bulan NASA masih berada dalam tahap awal. Saat ini, badan antariksa Amerika Serikat tersebut masih mengembangkan sistem, memilih instrumen yang akan digunakan, dan menguji bentuk awal drone yang nantinya dapat membantu operasi di permukaan Bulan.
"Kami masih berada di awal proses. Saat ini, kami sedang membangun sistem, menentukan jenis instrumen yang akan digunakan, dan drone yang dipakai saat ini hanyalah tahap awal," jelasnya.
NASA sebelumnya mengumumkan rencana pembangunan pangkalan permanen di Bulan secara bertahap. Tahap pertama diarahkan untuk mengirim kendaraan transportasi dan membangun infrastruktur dasar, termasuk kebutuhan listrik, komunikasi, serta perangkat penelitian ilmiah. Tahap kedua akan berfokus pada pembangunan infrastruktur layak huni dan sistem logistik yang menyerupai kebutuhan operasional di Bumi. Sementara tahap akhir ditujukan untuk memungkinkan manusia bertahan lebih lama di permukaan Bulan.
Dalam dokumen resmi NASA tentang pembangunan Moon Base, badan antariksa itu menyebut salah satu agenda awal adalah mengerahkan drone bergerak tinggi di kawasan kutub selatan Bulan dalam satu peluncuran. Wilayah kutub selatan menjadi perhatian karena dianggap strategis untuk eksplorasi jangka panjang, termasuk potensi keberadaan es air yang dapat mendukung misi manusia di masa depan.
Sejumlah laporan internasional juga menyebut NASA menyiapkan konsep pangkalan Bulan yang dapat mencakup area luas di sekitar kutub selatan. Infrastruktur itu diperkirakan membutuhkan kombinasi kendaraan penjelajah, lander, sistem tenaga, komunikasi, serta drone kecil untuk memantau batas area, mengamati kondisi permukaan, dan membantu perencanaan lokasi fasilitas.
Associated Press melaporkan, NASA telah mulai menyusun fase awal pangkalan Bulan dengan menempatkan lander, kendaraan penjelajah, dan drone sebagai prioritas. Peralatan tersebut akan dikirim lebih dulu sebelum misi manusia, agar area pendaratan dan kebutuhan operasi di permukaan Bulan dapat disiapkan secara lebih aman dan efisien.
Proyek ini juga terkait dengan program Artemis, yaitu agenda besar NASA untuk mengembalikan manusia ke Bulan dan membangun kehadiran jangka panjang di sana. Selain menjadi tujuan eksplorasi ilmiah, pangkalan Bulan juga diposisikan sebagai batu loncatan menuju misi manusia ke Mars.
Sebelumnya dilaporkan, NASA berencana melakukan tiga misi ke Bulan sebelum akhir 2026. Misi-misi tersebut akan digunakan untuk menguji rover dan wahana pendarat yang dikembangkan sebagai bagian dari kontrak baru NASA, sekaligus mempelajari kondisi permukaan untuk pendaratan masa depan.
Pemanfaatan AI dan drone menjadi penting karena Bulan memiliki tantangan yang berbeda dari Bumi. Permukaannya dipenuhi kawah, batuan tajam, debu halus, dan area dengan pencahayaan ekstrem. Di beberapa titik, komunikasi dengan Bumi juga dapat terganggu. Dalam kondisi seperti itu, sistem otonom berbasis AI dapat membantu drone mengambil keputusan cepat, memilih jalur aman, dan mengirim data ke pusat kendali tanpa selalu menunggu instruksi langsung dari manusia.
Jika berjalan sesuai rencana, pembangunan pangkalan Bulan akan menjadi salah satu proyek antariksa paling ambisius dalam sejarah modern. NASA tidak hanya menargetkan kunjungan singkat astronaut, tetapi juga membangun ekosistem eksplorasi yang memungkinkan manusia bekerja, meneliti, dan tinggal lebih lama di Bulan.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar