Periskop.id - Fabio Quartararo mengakui Sachsenring kini menjadi salah satu sirkuit paling sulit ditaklukkan oleh Yamaha YZR-M1. Pebalap Monster Energy Yamaha itu tetap memasang target menutup paruh pertama musim dengan hasil terbaik di MotoGP Jerman 2026.
Ia menyebut kondisi motor Yamaha saat ini jauh berbeda dibanding ketika meraih kemenangan di Sachsenring pada 2022. Karakter lintasan tersebut, menurut Quartararo, kini kurang berpihak pada performa YZR-M1.
"Assen sangat menguras fisik, tetapi kami berhasil mendapatkan hasil semaksimal mungkin dari balapan itu," tutur pebalap asal Prancis itu dalam keterangan yang dilansir Crash.net jelang MotoGP Jerman 2026 di Sachsenring.
Quartararo tiba di Jerman setelah finis di urutan kedelapan pada seri Belanda di Assen dua pekan lalu. Meski menguras tenaga, hasil itu disebut sebagai capaian maksimal yang bisa diraih Yamaha kala itu.
"Sachsenring adalah sirkuit yang menyimpan banyak kenangan indah bagi saya, termasuk kemenangan di sana. Jadi menyenangkan bisa kembali lagi," ujarnya. "Tetapi ini bukan sirkuit yang mudah bagi kami. Kami akan fokus pada hal-hal positif, terus bekerja keras, dan berusaha tampil kompetitif sejak awal akhir pekan."
Kemenangan Quartararo di Sachsenring pada 2022 hingga kini masih tercatat sebagai kemenangan terakhir Yamaha di kelas primer MotoGP. Tren itu menunjukkan betapa jauhnya jarak performa yang harus dikejar pabrikan asal Jepang tersebut.
Mantan juara dunia MotoGP itu berharap Yamaha mampu menemukan setelan terbaik sejak sesi latihan bebas, sehingga bisa bersaing di kualifikasi maupun balapan utama.
MotoGP Jerman 2026 menjadi seri terakhir sebelum kejuaraan memasuki jeda musim panas. Bagi Quartararo, momentum ini penting untuk mengakhiri paruh pertama dengan performa yang layak dijadikan modal di paruh kedua.
"Target kami adalah memasuki jeda musim panas dengan hasil sebaik mungkin," pungkas Quartararo.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar