Periskop.id - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengklaim kualitas biodiesel B50 lebih baik dibandingkan B40. Klaim ini disampaikan berdasarkan hasil uji coba penggunaan bahan bakar tersebut selama enam bulan terakhir.

Ia menuturkan, indikator utama peningkatan kualitas terlihat dari daya tahan filter bahan bakar. Menurutnya, filter pada B40 biasanya perlu diganti lebih cepat dibanding filter B50.

"Kalau B40 itu filternya diganti pada ukuran 10.000 sampai dengan 20.000 kilometer. Nah untuk B50 ada yang 40.000 belum diganti apa filternya," kata Bahlil dalam Peluncuran B50 di Rest Area KM 57 Cikampek, Karawang, Kamis (9/7).

Bahlil menjelaskan, uji coba B50 dilakukan pada berbagai moda transportasi selama enam bulan. Pengujian tersebut mencakup kereta api, mobil, bus, hingga kapal laut.

Ia merinci, uji coba pada sektor otomotif melibatkan berbagai merek kendaraan, mulai dari Toyota hingga Mercedes. Bahlil menyebut seluruh kategori kendaraan yang diuji menunjukkan hasil yang baik.

"Ini dari Asia sampai Eropa semua kita bikin. Kapal-kapal semuanya kita tes," ujar Bahlil, merujuk cakupan uji coba yang menyasar kendaraan produksi berbagai kawasan.

Bahlil turut menyinggung perbandingan dengan era bahan bakar sebelum penerapan biodiesel campuran tinggi. Ia mencontohkan kondisi mesin kendaraan angkutan umum yang kerap bermasalah akibat air yang tercampur ke bahan bakar.

"Untung aja dulu waktu saya jadi sopir angkot belum ada B50 ini. Dulu sopir angkot begitu masuk air sedikit kita tiarap di bawah mobil baru kita tiup. Kocok tiup. Inilah teknologi," tutur Bahlil.

Ia menyampaikan apresiasi kepada tim teknis yang terlibat dalam proses pengujian B50 hingga siap diimplementasikan. Bahlil menyebut hasil positif ini menjadi bagian dari persiapan menyeluruh sebelum peluncuran program.

Peluncuran B50 sendiri merupakan kelanjutan dari program biodiesel B35 dan B40 yang lebih dulu diterapkan pemerintah. Bahlil melaporkan implementasi B50 turut disaksikan secara daring oleh perwakilan pengguna dari lima provinsi, mencakup sektor pertambangan di Kalimantan Timur, pertanian di Semarang, dan perkeretaapian.

"Ternyata kualitas B50 jauh lebih baik daripada B40," tegas Bahlil.