Periskop.id - Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program mandatori biodiesel B50. Peluncuran ini membuat Indonesia tercatat sebagai negara pertama di dunia yang menerapkan kebijakan tersebut.

Prabowo menegaskan, pencapaian ini bukan sekadar soal teknologi semata. Menurutnya, ini jadi bukti nyata kemampuan Indonesia memanfaatkan kekayaan alam sendiri demi kepentingan rakyatnya.

"Ini adalah tonggak yang sangat penting dalam perjalanan menuju kemandirian energi," kata Prabowo dalam peluncuran B50 di Rest Area KM 57 Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7).

Dalam kesempatan itu, Prabowo turut memaparkan tiga faktor yang menurutnya menentukan kelangsungan hidup sebuah bangsa. Ketiganya adalah kemampuan memproduksi pangan sendiri, memiliki sumber energi sendiri tanpa bergantung negara lain, dan memiliki sumber air sendiri.

Ia menyebut, tiga hal tersebut juga jadi perhatian PBB dan disepakati banyak pakar peradaban dunia. Tanpa ketiganya, kata dia, suatu bangsa akan sulit bertahan, sulit berdaulat, dan sulit sejahtera.

"Tanpa tiga-tiga ini suatu bangsa sulit untuk survive, sulit untuk kita berdaulat, sulit untuk kita sejahtera, sulit untuk kita makmur," ujar Prabowo.

Program B50 sendiri jadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kemandirian energi nasional. Prabowo menekankan, sejak sebelum dilantik jadi presiden, ia sudah menginstruksikan tim inti dan tim penasihatnya untuk mengejar target swasembada pangan sekaligus swasembada energi.

Instruksi itu, menurutnya, tegas melarang impor bahan bakar nabati (BBN) maupun impor pangan. Ia menyebut, komitmen ini sudah dipegangnya sejak menjabat Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), bahkan berlanjut saat dirinya menjabat Menteri Pertahanan.

Peluncuran B50 di Karawang ini menegaskan arah kebijakan energi yang sudah lama digaungkan Prabowo. Ia meyakini, langkah ini jadi fondasi penting bagi Indonesia untuk tidak lagi bergantung pada negara lain soal pasokan energi.

"Ini adalah bukti bahwa Indonesia mampu memanfaatkan kekayaan alamnya sendiri untuk kepentingan rakyatnya sendiri," tegas Prabowo.