Periskop.id - Sebanyak 15 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi bergabung dalam program Women's Empowerment Principles (WEPs) Corporate Action Lab Indonesia Cohort 2. Program ini dijalankan UN Women bersama PT Danantara Asset Management untuk mendorong kebijakan kerja yang lebih inklusif dan setara di lingkungan BUMN.
Selama delapan bulan, ke-15 BUMN tersebut akan mendapatkan pendampingan implementasi kebijakan tempat kerja inklusif. Keikutsertaan mereka sekaligus menjadi bagian dari upaya Danantara memperkuat penerapan Respectful and Inclusive Workplace di seluruh ekosistem BUMN.
Managing Director Human Capital PT Danantara Asset Management Agus Dwi Handaya menegaskan, Danantara Respectful and Inclusive Workplace Playbook yang menjadi landasan program ini bukan sekadar dokumen kepatuhan biasa. "Ia adalah bagian dari performance architecture, cara kita memastikan bahwa respect, inclusion, fairness, dan well-being masuk ke dalam tata kelola, sistem, perilaku, indikator kinerja, dan akhirnya menjadi nilai bisnis yang nyata," ujar Agus dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (11/7).
Program WEPs Corporate Action Lab Cohort 2 ini hadir menyusul peluncuran Danantara Respectful and Inclusive Workplace Playbook, sebuah panduan bagi BUMN dalam membangun budaya kerja yang menghargai keberagaman dan menjamin keamanan seluruh karyawan.
Deputi Sumber Daya Manusia dan Keberlanjutan Badan Pengelola BUMN Wahyu Setyawan menilai budaya kerja inklusif menjadi salah satu faktor krusial agar BUMN mampu bersaing di kancah global. Menurutnya, inovasi hanya bisa tumbuh bila perusahaan membuka ruang bagi beragam perspektif, termasuk dari perempuan, generasi muda, dan karyawan penyandang disabilitas.
"Untuk bersaing di tingkat global, BUMN butuh inovasi, perspektif perempuan, pemikiran generasi muda, hingga kontribusi dari rekan-rekan penyandang disabilitas. Saya berharap bahwa Respectful and Inclusive Workplace Policy tidak sekadar menjadi lembaran kebijakan, namun menjadi budaya kerja yang dihidupkan. Mari kita jadikan tempat kerja yang menghormati satu sama lain dan inklusif sebagai identitas BUMN Indonesia," katanya.
Penelitian sejumlah lembaga internasional menguatkan urgensi langkah ini. Studi Boston Consulting Group (BCG) pada 2023 di Asia Tenggara menemukan, komitmen kepemimpinan terhadap keberagaman dan inklusivitas mampu menekan risiko pergantian karyawan hingga 9%. Lebih dari separuh responden dalam survei itu juga menyatakan bersedia berpindah ke perusahaan dengan lingkungan kerja yang lebih inklusif.
Data dari Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) di Indonesia turut mendukung temuan tersebut. Sebanyak 77% perusahaan dengan tingkat keberagaman gender lebih tinggi melaporkan manfaat langsung terhadap bisnis, mulai dari peningkatan keuntungan hingga retensi karyawan yang lebih baik.
Selama program berlangsung, peserta akan menjalani serangkaian modul akselerasi, meliputi evaluasi kebijakan menggunakan WEPs Gender Gap Analysis Tool, lokakarya teknis, peer learning antarpeserta, serta pelatihan merancang, menguji, dan mengukur kebijakan inklusif di tempat kerja.
Adapun 15 BUMN yang terpilih sebagai peserta WEPs Corporate Action Lab Indonesia Cohort 2 adalah sebagai berikut:
- PT Aneka Tambang Tbk (Antam)
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI)
- PT Bukit Asam (Persero) Tbk
- PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
- PT Jasa Marga (Persero) Tbk
- PT Kereta Api Indonesia (Persero)
- PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni
- PT Prima Layanan Nasional Enjiniring
- PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD
- PT TASPEN (Persero)
- PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom Indonesia)
- PT Vale Indonesia Tbk
- PT Waskita Karya (Persero) Tbk
- Perum Bulog, dan
- Perum Jasa Tirta II
"Mari kita jadikan tempat kerja yang menghormati satu sama lain dan inklusif sebagai identitas BUMN Indonesia," pungkas Wahyu Setyawan.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar