periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti aksi protes masyarakat terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan, program tersebut merupakan bagian penting dari strategi pembangunan nasional yang tidak bisa dipisahkan dari target pertumbuhan ekonomi tinggi.
"Orang sering protes MBG dan program-program lain. Itu adalah satu pilar dari program pembangunan Pak Presiden Prabowo: pemerataan dan stabilitas sosial politik," kata Purbaya dalam acara Economic Outlook 2026, Jakarta, Kamis (12/2).
Purbaya menjelaskan bahwa strategi pembangunan ekonomi Presiden Prabowo dirumuskan dalam tiga pilar utama yang ia sebut sebagai Sumitronomics, yakni pertumbuhan ekonomi tinggi, pemerataan, serta stabilitas sosial dan politik.
Menurutnya, program sosial seperti MBG masuk dalam pilar pemerataan dan berfungsi menjaga stabilitas sosial. Ia menekankan, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak akan berkelanjutan tanpa pemerataan manfaat pembangunan.
"Kalau itu nggak ada, pertumbuhan ekonomi tinggi nggak bisa tercipta. Jadi jangan terlalu banyak protes soal MBG. Ini memang program yang diperlukan masyarakat," terang dia.
Bendahara negara itu pun mengingatkan kondisi sosial pada Agustus tahun lalu ketika situasi sempat memanas dan terjadi aksi protes di berbagai daerah. Ia menilai peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting bahwa stabilitas ekonomi dan pemerataan harus berjalan beriringan.
"Kita nggak main-main dalam memperbaiki fondasi perekonomian. Anda ingat kan Agustus tahun lalu, suasana agak menegangkan. Banyak orang turun ke jalan, protes di seluruh Indonesia tanpa komando," ujarnya.
Menurutnya, baik saat ekonomi melemah maupun saat tumbuh tinggi, tanpa pemerataan risiko instabilitas sosial tetap ada dan dapat merembet ke ranah politik.
"Kalau nggak ada pemerataan, sama saja akan menimbulkan instabilitas sosial yang cepat bergerak ke politik," tambahnya.
Sejak September tahun lalu, pemerintah disebut mulai menghidupkan kembali mesin-mesin pertumbuhan ekonomi melalui koordinasi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil. Purbaya mengakui dirinya mendorong kementerian dan lembaga untuk mempercepat belanja negara agar dampaknya langsung terasa di masyarakat dan sektor usaha.
"Sebagian marah ke saya, juga pemerintah-pemerintah, supaya belanja tepat waktu. Walaupun mereka marah, mereka tetap menjalankan tugas dengan baik. Jadi semua transisi fiskal berjalan," tutur dia.
Lebih lanjut, ia juga menyebut langkah pengalihan dana sebesar Rp200 triliun ke sektor perbankan sebagai upaya meningkatkan likuiditas dan mempercepat pertumbuhan kredit.
"Apa manfaatnya? Menambah likuiditas sistem perekonomian sehingga kredit bisa tumbuh lebih cepat. Itu juga membalik arah ekonomi secara signifikan dan menambah kontribusi mesin pertumbuhan dari sektor privat," Purbaya mengakhiri.
Tinggalkan Komentar
Komentar