Periskop.id - Selama puluhan tahun, gelar perguruan tinggi telah dianggap sebagai satu-satunya tiket emas menuju kesuksesan finansial dan stabilitas ekonomi. Namun, sebuah realitas menarik muncul dari lingkaran orang terkaya di dunia. 

Melansir New Trader U, banyak jutawan dan miliarder yang membangun kekayaan mereka dari nol justru tidak menunjuk pada ijazah universitas sebagai faktor penentu keberhasilan mereka. 

Sebaliknya, mereka memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada buku-buku tertentu yang menjadi titik balik utama dalam perjalanan finansial mereka.

Bukti nyata terlihat pada sosok Warren Buffett. Di dinding kantornya, Buffett tidak memajang ijazah kuliahnya yang mentereng. Ia justru bangga menampilkan sertifikat kelulusan dari kursus pengembangan diri Dale Carnegie. 

Para praktisi bisnis dan investor yang merintis kekayaan secara mandiri mengakui bahwa sepuluh buku berikut bertindak sebagai katalisator yang jauh lebih kuat daripada kurikulum formal mana pun. Berikut adalah daftarnya:

1. The Intelligent Investor – Benjamin Graham

Warren Buffett menyebut karya Benjamin Graham ini sebagai investasi terbaik yang pernah ia lakukan seumur hidup. Membacanya pada usia 19 tahun, Buffett secara spesifik menyoroti Bab 8 dan Bab 20 sebagai fondasi abadi filosofi investasinya.

Buku ini memperkenalkan konsep margin of safety atau margin keamanan, yaitu pedoman untuk membeli saham saat harganya berada jauh di bawah nilai intrinsiknya. 

Metode Graham mengajarkan pembaca untuk melihat saham sebagai bagian kepemilikan dari bisnis nyata, bukan sekadar simbol angka yang bergerak di layar bursa. Pemahaman inilah yang membedakan seorang investor sejati dari spekulan amatir.

2. How to Win Friends and Influence People – Dale Carnegie

Dua raksasa bisnis, Buffett dan Mark Cuban, sepakat memuji buku klasik ini. Buffett mengaku bahwa prinsip-prinsip Carnegie membantunya mengembangkan keterampilan sosial untuk mempresentasikan ide investasi dengan meyakinkan. 

Sementara itu, Mark Cuban menyebutnya sebagai fondasi kesuksesan awalnya di dunia penjualan.

Buku ini melampaui sekadar cara bersikap ramah. Isinya fokus pada ketertarikan tulus terhadap orang lain, teknik mendengarkan aktif, dan kemampuan melihat dunia dari sudut pandang mitra bicara. 

Dalam dunia bisnis, keterampilan ini merupakan kunci utama dalam menutup kesepakatan besar dan membangun kemitraan yang langgeng.

3. The 4-Hour Workweek – Tim Ferriss

Pengusaha sukses Dan Martell mengungkapkan bahwa buku ini mengubah total cara pandangnya tentang bisnis. Ferriss menantang asumsi lama bahwa pendapatan besar harus dibayar dengan jam kerja yang panjang. Pelajaran intinya adalah mengenai leverage atau daya ungkit.

Alih-alih menukar waktu secara langsung dengan uang, buku ini menawarkan cetak biru untuk membangun sistem dan mendelegasikan tugas secara efektif. 

Tujuannya adalah menciptakan bisnis yang mampu menghasilkan profit secara konsisten tanpa menuntut kehadiran fisik pemiliknya setiap saat.

4. Rich Dad Poor Dad – Robert Kiyosaki

Meskipun sering menuai kritik, buku ini tetap menjadi momen pencerahan bagi banyak jutawan, termasuk Daymond John. Pendiri merek FUBU tersebut mengakui buku ini membantunya memahami perbedaan fundamental antara aset dan liabilitas.

Pesan utama Kiyosaki sangat sederhana namun revolusioner bagi pola pikir kelas menengah bahwa orang kaya fokus membeli aset yang memasukkan uang ke kantong mereka, sementara kelas menengah terus menambah liabilitas yang mereka salah artikan sebagai aset. 

Perbedaan perspektif ini telah mengubah arah finansial jutaan orang di seluruh dunia.

5. Think and Grow Rich – Napoleon Hill

Daymond John menyatakan bahwa ia membaca buku ini setahun sekali untuk menjaga fokusnya. Pertama kali terbit pada tahun 1937, Hill merangkum hasil studinya terhadap lebih dari 500 orang paling sukses di zamannya.

Buku ini menekankan pada kekuatan pikiran dan visi. Prinsip tentang penetapan tujuan yang spesifik, autosugesti, pembentukan kelompok mastermind, serta perencanaan terorganisir tetap menjadi panduan utama bagi para high achiever untuk memvisualisasikan perjalanan dari keterbatasan menuju kejayaan bisnis global.

6. The Millionaire Next Door – Thomas J. Stanley

Rory Vaden, seorang konsultan strategi terkemuka, menyebut buku ini berhasil menghancurkan persepsi keliru tentang kekayaan. 

Penelitian Stanley menunjukkan sebuah fakta mengejutkan bahwa sebagian besar jutawan hingga miliarder justru tidak menjalani gaya hidup mewah seperti yang digambarkan di media.

Mereka tidak mengendarai mobil sport terbaru atau tinggal di rumah bak istana. Sebaliknya, mereka adalah orang-orang yang hidup di bawah kemampuan, berinvestasi secara konsisten, dan sangat disiplin dalam menghindari inflasi gaya hidup. 

Kekayaan tujuh digit mereka dibangun di atas fondasi kebiasaan hemat dan investasi jangka panjang.

7. The Wealthy Barber – David Chilton

Jutawan David Delisle menceritakan bahwa ia membaca buku ini saat berusia 10 tahun, yang kemudian menginspirasinya untuk mulai berinvestasi di usia 11 tahun. Hasilnya, ia sudah mampu masuk masa setengah pensiun pada usia 40 tahun.

Menggunakan pendekatan cerita fiksi yang ringan, Chilton mengajarkan dasar keuangan pribadi yang sangat mudah dipahami. Penekanannya pada prinsip bayar diri sendiri terlebih dahulu (pay yourself first) membuktikan bagaimana kekuatan bunga majemuk dapat mengubah tabungan kecil yang rutin menjadi gunung kekayaan di masa depan.

8. Total Money Makeover – Dave Ramsey

Berdasarkan penelitian Dave Ramsey terhadap lebih dari 10.000 jutawan, banyak dari mereka mencapai kesuksesan finansial pertama dengan mengikuti sistem Baby Steps. Pendekatan Ramsey sangat praktis dan bebas dari jargon rumit.

Strateginya fokus pada pelunasan utang menggunakan metode debt snowball, pembangunan dana darurat yang kuat, dan investasi konsisten. 

Jalur ini terbukti efektif bagi siapa pun yang merasa kewalahan dalam mengelola keuangan pribadi dan ingin memiliki peta jalan yang jelas menuju kebebasan finansial.

9. The Almanack of Naval Ravikant – Eric Jorgenson

Investor ternama Codie Sanchez menyebut filosofi Naval Ravikant sebagai cetak biru modern dalam membangun portofolio bisnis. 

Naval menekankan bahwa kekayaan sejati tidak berasal dari gaji, melainkan dari kepemilikan ekuitas dan pengembangan pengetahuan unik (specific knowledge).

Di era digital, Naval mengajarkan pemanfaatan kode, media, dan modal sebagai daya ungkit yang masif. Pendekatan ini sangat relevan bagi generasi baru pengusaha yang ingin membangun kekayaan tanpa harus terikat pada model kerja konvensional.

10. The Richest Man in Babylon – George S. Clason

Tokoh motivasi bisnis Jim Rohn mengakui bahwa aturan 10% dalam buku ini adalah hukum dasar yang mengubah hidupnya dari kondisi bangkrut di usia 25 tahun menjadi jutawan pada usia 31 tahun.

Ditulis dalam bentuk perumpamaan berlatar Babilonia kuno, buku ini menyampaikan prinsip abadi, yakni sisihkan minimal sepersepuluh dari seluruh penghasilan untuk diri sendiri sebelum membayar orang lain. 

Prinsip hidup di bawah kemampuan dan membuat uang bekerja melalui investasi adalah kunci perlindungan kekayaan dari kerugian yang telah teruji selama ribuan tahun.