periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menegaskan bahwa posisi Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah masih berada di level Rp420 triliun. Pernyataan ini sekaligus membantah isu yang menyebutkan SAL telah menyusut menjadi Rp120 triliun.

"Jadi SAL-nya Rp420 ya. Bukan Rp120. Belum ada yang dipakai (SAL). Dipindahin ke bank sebagian," kata Purbaya dalam konferensi pers APBM KiTa, Jakarta, dikutip Rabu (6/5).

Purbaya juga menanggapi pandangan sejumlah analis yang mempertanyakan penempatan dana SAL di perbankan. Ia menilai pemahaman tersebut perlu diluruskan agar tidak menimbulkan persepsi keliru di masyarakat.

"Analis bilang, katanya kalau di bank kan dalam bentuk kredit, gak bisa diapain. Kalau kredit kan uangnya kemana? Ke sistem lagi, masuk ke bank lagi kan. Yang saya bilang tadi," terang dia.

Menurutnya, dana yang ditempatkan di bank tetap berada dalam sistem keuangan dan tidak serta-merta “hilang” atau tidak bisa dimanfaatkan. Ia pun mengingatkan agar analisis yang disampaikan ke publik didasarkan pada pemahaman yang tepat.

"Jadi nanti anda ajarin tuh analis-analis itu kalau ngerti jangan sembarangan. Pakai ilmu yang betul gitu. Suruh tanya, kesini. Saya pasti bisa jawab. Atau temen-temen sini bisa jawab seperti apa," tambahnya.

Lebih lanjut, Purbaya menekankan bahwa informasi yang tidak akurat berpotensi memicu sentimen negatif di pasar. Hal ini, kata dia, bisa berdampak pada kepercayaan publik dan stabilitas ekonomi.

"Jangan tebak manggis. Nanti salah lagi. Kalau salah gak ada dampak gak apa-apa. Tapi kalau salah bikin sentiment negatif yang jelek. Saya rugi. Sudah ciptain sentiment positif," jelas dia.

"Karena negatif, seolah-olah kita mancur. Orang pada keluar. Anda juga rugi. Ini pasti rugi bentar lagi. Jadi, tolong gambarkan sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. Kalau gak ngerti, tanya kesini. Kan kita gak pernah tertutupan, selalu jawab kan," Purbaya mengakhiri.