Periskop.id - Industri aset kripto Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dan dinilai berada pada fase matang untuk menjadi salah satu pusat industri kripto di Asia Tenggara. Menurut CEO Tokocrypto Calvin Kizana, kombinasi antara jumlah pengguna yang besar, regulasi yang jelas, serta ekosistem digital yang semakin sehat memberi Indonesia peluang strategis dalam ekonomi digital regional.

“Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam industri kripto. Kita tidak hanya berbicara tentang pertumbuhan jumlah investor, tetapi juga tentang bagaimana ekosistem ini berkembang menjadi lebih sehat, transparan, dan berkelanjutan. Dengan populasi digital yang besar dan dukungan regulasi yang semakin jelas, Indonesia punya peluang untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan aset digital di Asia Tenggara,” ujar Calvin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (29/5).

Advertisement

Pertumbuhan ini tercermin dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mencatat jumlah akun konsumen aset kripto di Indonesia mencapai 21,37 juta pada Maret 2026, meningkat 1,43% dibanding bulan sebelumnya. Nilai transaksi kripto pada periode yang sama mencapai Rp22,24 triliun, menunjukkan minat masyarakat terhadap aset digital tetap kuat meski pasar global bergerak dinamis.

Secara global, CoinGecko mencatat aset kripto kini legal di 119 negara dan empat British Overseas Territories, dengan 62 negara memiliki regulasi yang komprehensif. Di Asia Tenggara, minat terhadap kripto masih didominasi Singapura dan Filipina, tetapi Indonesia tetap menjadi pasar penting berkat populasi besar, peningkatan literasi digital, dan bertumbuhnya minat masyarakat terhadap aset digital.

Perlindungan Konsumen
Calvin pun menekankan pentingnya literasi dan perlindungan konsumen seiring pertumbuhan industri. “Ke depan, tantangan utama industri bukan hanya mendorong adopsi, tetapi memastikan adopsi tersebut berjalan secara bertanggung jawab. Literasi, keamanan, dan kepatuhan regulasi harus menjadi prioritas bersama. Tokocrypto berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan industri kripto Indonesia melalui edukasi, inovasi produk, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan,” kata Calvin.

Selain itu, perkembangan industri kripto nasional membuka peluang pemanfaatan teknologi blockchain untuk menciptakan efisiensi dan transparansi yang lebih baik dalam ekosistem keuangan digital. Dengan tata kelola yang kuat, regulasi yang berkembang, serta kolaborasi antara regulator dan pelaku industri, Indonesia diprediksi mampu meningkatkan daya saingnya secara berkelanjutan di pasar kripto global.

Fenomena ini sejalan dengan tren global di negara berkembang, di mana kripto menjadi bagian dari transformasi digital dan perluasan akses terhadap produk keuangan berbasis teknologi. Dengan fondasi yang tepat, aset digital berpotensi menjadi bagian strategis dari ekonomi digital Indonesia, bukan hanya sebagai alat transaksi, tetapi juga sebagai sumber inovasi dan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.