Periskop.id - Pemerintah mengalokasikan Rp769,1 triliun untuk sektor pendidikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan anggaran itu merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul demi tercapainya target Indonesia Emas 2045.
Ia merinci, dana tersebut akan dimanfaatkan untuk memperluas akses pendidikan, meningkatkan mutu pembelajaran, merevitalisasi sekolah, mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta memperkuat pembiayaan beasiswa melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
"Pembangunan ekonomi Indonesia memerlukan ekosistem industri yang menjadikan talenta sebagai inti pembangunan. Karena itu, investasi pada pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas utama APBN," kata Purbaya dalam keterangannya, Sabtu (4/7).
Purbaya juga mengungkapkan, pemerintah akan mengarahkan kebijakan beasiswa LPDP agar lebih terfokus pada bidang-bidang prioritas. Utamanya ilmu pengetahuan, teknologi, rekayasa, dan matematika (science, technology, engineering, and mathematics/STEM), serta sektor-sektor strategis yang menopang transformasi ekonomi nasional.
Pengelolaan APBN, menurutnya, berpijak pada amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 untuk mewujudkan kemakmuran rakyat lewat kebijakan fiskal yang sehat dan berkelanjutan.
"Melalui kebijakan fiskal yang disiplin, pemerintah terus mengoptimalkan potensi strategis Indonesia, mulai dari posisi geografis yang menguntungkan, kekayaan sumber daya alam, hingga bonus demografi sebagai modal utama menuju Indonesia Emas 2045," ujar Menkeu.
Purbaya menilai, target Indonesia masuk jajaran lima kekuatan ekonomi terbesar dunia pada 2045 hanya bisa terwujud jika ditopang SDM yang unggul, produktif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Karena itu, pembangunan talenta disebut menjadi bagian penting dalam strategi transformasi ekonomi nasional.
Ia menekankan, pengembangan generasi muda di bidang pendidikan harus dilakukan secara menyeluruh. Penguasaan STEM perlu diintegrasikan dengan ilmu sosial, humaniora, seni, keagamaan, serta ekonomi guna mendongkrak produktivitas dan daya saing SDM Indonesia.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Purbaya memastikan fundamental perekonomian Indonesia tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi, inflasi, defisit fiskal, dan rasio utang pemerintah disebutnya berada pada level yang sehat, sehingga APBN masih punya ruang untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung agenda transformasi ekonomi.
Ia menegaskan, APBN bukan sekadar instrumen pengelolaan keuangan negara, melainkan juga wahana investasi untuk mencetak generasi unggul yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8% pada 2029 dan target Indonesia Emas 2045.
Tinggalkan Komentar
Komentar