periskop.id - Beredar kabar mengenai kenaikan harga BBM di sejumlah media sosial, salah satunya melalui platform X. Unggahan tersebut menampilkan informasi tentang kenaikan signifikan pada harga BBM nonsubsidi.

Dalam unggahan itu, disebutkan bahwa harga BBM jenis Pertamax (RON 92) pada April 2026 naik menjadi Rp17.850 per liter atau meningkat Rp5.550 dibandingkan harga pada Maret 2026 yang sebesar Rp12.300 per liter.

Kabar tersebut pun sempat menghebohkan warganet yang terkejut dengan lonjakan harga tersebut. Pasalnya, BBM merupakan kebutuhan krusial yang sangat berpengaruh terhadap mobilitas dan aktivitas perekonomian masyarakat.

Rumor Harga BBM Mengalami Kenaikan

Berdasarkan kabar yang beredar di linimasa media sosial, harga BBM nonsubsidi disebut mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Unggahan tersebut terlihat meyakinkan karena menyertakan logo Danantara sehingga sekilas tampak kredibel.

Informasi yang disampaikan juga tergolong rinci, mulai dari penjelasan terkait kurs rupiah hingga besaran selisih kenaikan harga BBM. Kabar yang beredar ini pun secara khusus menyoroti kenaikan pada BBM nonsubsidi.

Dalam narasi tersebut, harga BBM jenis Pertamax (RON 92) disebut naik menjadi Rp17.850 per liter atau meningkat Rp5.550 dari harga sebelumnya sebesar Rp12.300. Selanjutnya, Pertamax Green (RON 95) dikabarkan naik menjadi Rp19.150 dari Rp12.900.

Kemudian, Pertamax Turbo disebut mengalami kenaikan menjadi Rp19.450 dari Rp13.100. Pertamina Dex naik menjadi Rp23.950 dari Rp14.500. Terakhir, jenis Dexlite disebut naik menjadi Rp23.650 dari Rp14.200.

Pertamina Buka Suara Terhadap Isu Kenaikan Harga BBM

Menanggapi beredarnya kenaikan harga BBM, pihak PT Pertamina (Persero) pun buka suara. Melalui unggahan story akun resmi Instagram Pertamina @pertamina, menjelaskan informasi beredar mengenai kenaikan harga BBM tidaklah benar.

Dalam unggahan tersebut, Pertamina mengatakan informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan. Hingga kini, pihak Pertamina masih belum memberikan pengumuman resmi mengenai harga BBM per 1 April 2026.

Hal serupa juga disampaikan langsung oleh VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron. Ia mengatakan bahwa harga BBM untuk periode April 2026 belum rilis resmi yang disampaikan oleh Pertamina.

"Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026," katanya

Harga BBM Subsidi Tidak Naik

Pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan tidak adanya kenaikan harga BBM subsidi per 1 April 2026. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Laode Sulaeman mengatakan pengumuman resmi harga BBM nonsubsidi akan keluar pada 1 April 2026 oleh Pertamina.

"Kita tunggu saja 1 April, ya, yang penting BBM subsidi tidak ada kenaikan harga," ungkapnya saat dihubungi Kumparan, Selasa (31/3).

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan bahwa kebijakan harga BBM subsidi ditentukan oleh presiden dengan mempertimbangkan daya beli dan kondisi ekonomi masyarakat.

“Insyaallah atas arahan Bapak Presiden, untuk BBM subsidi sampai saat ini, saya pikir Bapak Presiden memiliki hati untuk memperhatikan rakyat kecil. Percayalah, nanti tunggu tanggal mainnya, Bapak Presiden akan memutuskan seperti apa demi kebaikan rakyat, bangsa, dan negara,” kata Bahlil.