periskop.id - Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, membantah keras terkait dirinya disebut terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Fadia menegaskan tidak ada barang bukti berupa uang atau barang berharga lainnya yang disita oleh tim penyidik, baik dari dirinya maupun dari kepala dinasnya.
“Saya tidak OTT, saya tidak ada barang apa pun yang diambil. Dan pada saat penangkapan saya, apakah mereka menggerebek ke rumah,” kata Fadia di Gedung KPK, Rabu (4/3).
Fadia mengklaim, saat kejadian yang disebut sebagai penangkapan, dirinya sedang bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Bahkan, ia bersumpah tidak ada aliran dana yang melibatkan dirinya dalam perkara tersebut.
“Saya sedang bersama Pak Gubernur Jawa Tengah. Jadi saya tidak ada OTT apa pun, barang serupiah pun demi Allah nggak ada,” tegasnya.
Selain membela dirinya sendiri, Fadia juga menegaskan tidak ada anak buahnya di tingkat kepala dinas yang menerima uang sebagaimana dituduhkan dalam isu OTT tersebut. Meski merasa bingung dengan penetapan status hukumnya, Fadia menyatakan akan mengikuti proses yang sedang berjalan.
“Saya tidak pernah OTT dan tidak ada barang serupiah pun, demi Allah. Kepala dinas saya pun tidak ada serupiah pun. Tapi kita ikuti saja, biarkan saja,” jelasnya.
Merespons status tersangka yang kini disandangnya, Fadia membuka kemungkinan menempuh jalur hukum melalui sidang praperadilan. Ia berencana segera berkonsultasi dengan tim hukumnya untuk mendiskusikan keabsahan penetapan tersangka tersebut karena merasa tidak ada bukti transaksi ilegal yang ditemukan.
“Ya saya akan diskusi dengan pengacara, karena saya demi Allah tidak ada OTT serupiah pun. Kepala dinas saya pun tidak ada,” tutur Fadia.
Sampai saat ini, Fadia mengaku masih merasa heran atas alasan dirinya ditetapkan sebagai tersangka.
“Makanya saya juga bingung, Mas. Saya nggak OTT kok,” tutupnya.
Saat ini, KPK sudah mengamankan 14 orang yang terjaring dalam OTT tersebut dan sudah berada di Gedung Merah Putih KPK. Salah satunya adalah Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, terkait kasus pengadaan outsourcing.
Sebelumnya, Budi membenarkan operasi senyap tersebut. Operasi dilakukan di Semarang, pada Selasa (3/3) dini hari.
“Benar, dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, salah satunya Bupati,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan, Selasa (3/3).
Tinggalkan Komentar
Komentar