periskop.id - Presiden Prabowo Subianto menjadikan kepentingan rakyat sebagai landasan utama saat merombak jajaran kepemimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan ini diambil menyusul adanya kasus hukum yang menjerat petinggi lembaga tersebut.
Menurutnya, keberpihakan kepada masyarakat adalah sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar. Ia menyebut prinsip ini menjadi panduan utamanya saat menghadapi keraguan dalam menindak pejabat yang bermasalah.
"Kalau satu saat kau dalam keadaan bingung atau keadaan ragu-ragu, ingat berpihaklah selalu kepada rakyatmu," ungkap Prabowo menirukan pesan almarhum ayahnya saat berpidato dalam acara Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition di Jakarta, Rabu (3/6).
Ia menceritakan, pesan dari Profesor Sumitro tersebut selalu tertanam kuat di dalam benaknya. Nasihat ini dinilainya sangat relevan dengan krisis integritas yang sedang melanda internal BGN.
Presiden menilai sebuah institusi negara tidak akan bisa berjalan lurus tanpa adanya niat baik. Organisasi yang sehat disebutnya sangat bergantung pada karakter orang yang memegang kendali.
Ia menegaskan, kehadiran pemimpin yang jujur dan kompeten merupakan syarat mutlak. Sebaliknya, pemimpin yang buruk dipastikannya akan merusak sistem kerja di dalam lembaga itu sendiri.
Kasus dugaan penyelewengan di tubuh BGN dipandang sebagai ujian berat bagi kelangsungan program pemerintah. Prabowo meminta seluruh jajarannya menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga.
Sebagai informasi, BGN dibentuk pemerintah untuk menyalurkan makan bergizi gratis kepada sekitar 85 juta anak sekolah. Program prioritas ini dirancang khusus guna mengatasi masalah kurang gizi dan stunting yang menembus angka 25% hingga 30% di Indonesia.
Pengoperasian 30.000 dapur gizi di tingkat desa diproyeksikan mampu membuka hingga tiga juta lapangan kerja baru. Skema perputaran ekonomi ini diharapkan bisa mendongkrak kesejahteraan petani dan masyarakat pedesaan.
"Pemimpin baik, organisasi baik, pemimpin tidak baik, organisasi tidak baik," tegas Prabowo.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar