periskop.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak hanya mengamankan sejumlah pihak dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau. KPK juga berhasil menyita barang bukti penting, termasuk satu unit mobil yang diduga digunakan sebagai instrumen suap.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan, dalam operasi senyap tersebut, tim penyidik di lapangan juga mengamankan aset serta jejak digital yang berkaitan dengan transaksi ilegal para pelaku.
"Selain mengamankan para pihak, tim juga mengamankan barang bukti dalam peristiwa tertangkap tangan ini yaitu barang bukti elektronik berupa transaksi keuangan," kata Budi, di Gedung KPK, Selasa (30/6).
Tidak berhenti di bukti digital, Budi menyampaikan, penyidik KPK juga menyita sebuah kendaraan roda empat. Mobil tersebut diduga kuat memiliki keterkaitan langsung dan menjadi bagian dari modus penyuapan dilakukan para pihak yang terjaring.
"Selain itu juga tim mengamankan satu unit kendaraan roda empat yang diduga menjadi instrumen suap yang dilakukan oleh para pihak tersebut," ungkap Budi.
Diketahui, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau. Dalam operasi penyelidikan tertutup tersebut, tim penindakan lembaga antirasuah berhasil mengamankan total 10 orang di dua lokasi berbeda, yaitu Kuansing dan Jakarta.
Dari keseluruhan pihak yang terjaring operasi tersebut, KPK kemudian memilah lima orang di antaranya untuk menjalani interogasi mendalam. Kelima orang tersebut langsung dibawa ke markas utama KPK di Jakarta, yang terdiri dari unsur swasta, birokrat, hingga ring satu penyelenggara negara di Kabupaten Kuansing.
Tinggalkan Komentar
Komentar