Periskop.id – Kortastipidkor Polri dan Polda Metro Jaya memilih untuk tidak merespons pernyataan terbuka Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, yang mengaku tak mengetahui kepemilikan atas temuan tumpukan uang dan puluhan kilogram emas di rumah Sentul, Bogor.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Bhudi Hermanto menyatakan, seluruh barang bukti yang dipamerkan saat ini tengah didalami oleh tim penyidik gabungan guna memperkuat unsur pidana pencucian uang.
"Uang yang ditemukan yang berada di depan kita itu akan dilakukan pembuktian terkait tentang tindak pidananya, apakah itu pencucian uang, masih ada dalam proses pembuktian," kata Bhudi di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jumat (10/7).
Saat dicecar mengenai siapa pemilik asli dari aset bernilai fantastis tersebut, kepolisian enggan berbalas pantun di ruang publik.
Bhudi memotong spekulasi lebih lanjut dan menegaskan forum resmi kepolisian tersebut tidak akan digunakan untuk mengonfrontasi atau membahas klaim sepihak yang dilontarkan oleh pejabat Korps Adhyaksa tersebut pada pagi harinya.
"Terkait tentang statement itu, kita di sini tidak membahas tentang statement yang disampaikan oleh Jampidsus," tegas Bhudi.
Sebelumnya, Febrie telah memberikan klarifikasi terbuka mengenai kabar penggeledahan rumah di Sentul, Bogor. Febrie membenarkan properti yang di dalamnya memuat foto keluarganya itu adalah aset pribadinya yang sudah dimiliki sejak lama.
“Tentang rumah Sentul, itu memang rumah pribadi Jampidsus yang sudah sejak lama. Itu bisa dilihat bagaimana proses kepemilikan sejak awal,” kata Febrie di Gedung Bundar Kejagung, Jumat (10/7).
Kendati mengakui rumah tersebut miliknya, Febrie secara tegas membantah kepemilikan atas tumpukan uang yang ditemukan petugas di lokasi itu. Ia meluruskan, dana tersebut memiliki pemilik dan berkaitan dengan sejumlah proyek pengerjaan fisik yang dapat diverifikasi secara hukum.
“Untuk jelas pada masyarakat nih dan teman-teman semua. Bagaimana ada uang yang ditemukan di rumah Sentul, itu ada yang punya. Ada yang punya, ada kegiatannya, orang-orang kegiatan bisa ditanya, ya ada bangunannya, bisa nanti dicek. Tetapi tentunya, tentunya ini tidak akan dijelaskan saat ini. Namun akan dijelaskan dalam satu proses acara yang benar. Semua kami yakin dapat dipertanggungjawabkan dengan benar,” ungkap Febrie.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar