Periskop.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan minat investor membangun pusat data (data center) di Indonesia terus meningkat. Total kapasitas proyek yang sedang diminati mencapai sekitar 1,3 gigawatt (GW) dengan potensi investasi hingga US$20 miliar.

Menurutnya, proyek tersebut akan melengkapi kapasitas pusat data yang sudah beroperasi di Indonesia sekitar 580 megawatt (MW). Ia menyebut pengembangan itu menjadi bagian dari kebutuhan infrastruktur digital yang terus berkembang.

"Yang sudah itu 580 MW, itu mungkin setara 1 juta dolar AS per MW. Nah, kemudian kalau tambahan lagi sekitar 1,3 GW. Ya ini yang sekarang di Batam itu juga investasinya sekitar 15-20 miliar dolar AS yang sudah on the pipeline," ujar Airlangga di Jakarta, Jumat.

Airlangga menjelaskan, salah satu calon investor berasal dari Amerika Serikat, yakni Nvidia. Menurutnya, perusahaan tersebut akan menggandeng mitra dari Australia dalam pengembangan proyek pusat data di Indonesia.

Selain Nvidia, ia mengatakan PT Telkom juga berencana menambah investasi di sektor tersebut. Ekspansi pusat data juga disebut akan dilakukan sejumlah perusahaan teknologi besar di kawasan Karawang.

Menurut Airlangga, kebutuhan pusat data semakin penting seiring berkembangnya teknologi kecerdasan buatan (AI). Ia menilai infrastruktur tersebut menjadi fondasi utama bagi pemanfaatan teknologi yang mengandalkan komputasi kuantum.

"Kemudian ada yang direct perusahaan Telkom sendiri akan invest, kemudian di Karawang ini juga hampir seluruh Big Tech itu akan mengembangkan ekspansi daripada data center, karena sekarang data center ini sangat menjadi kunci untuk AI yang mengandalkan kepada quantum computing," jelasnya.

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk menopang pertumbuhan industri digital. Langkah tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan perusahaan semikonduktor asal Inggris, Arm Ltd.

Airlangga mengatakan kerja sama itu ditujukan untuk memperkuat sektor hulu industri digital. Melalui program tersebut, pemerintah menargetkan sekitar 15 ribu insinyur dapat bergabung dalam ekosistem Arm sebagai bagian dari penguatan industri teknologi nasional.

"Ini betul-betul membutuhkan SDM baru. Dan SDM baru ini kemarin kita sudah kerja sama dengan Arm chips. Arm ini juga jadi mitra dari Nvidia. Kita ambil yang paling hulu. Jadi ada kebijakan kita downstreaming mineral tapi ada kebijakan dari digital yang kita naik ke upstream. Diharapkan dengan upstream itu nanti kita turun lagi ke downstream. Tetapi kuncinya ini seluruhnya adalah SDM," pungkas Airlangga.