periskop.id - Ketegangan di kawasan Timur Tengah masih terus berlangsung hingga saat ini. Konflik antara Amerika Serikat–Israel dan Iran telah terjadi sejak 28 Februari 2026 yang diawali dengan serangan bertubi-tubi dari AS dan Israel ke wilayah Iran.

Iran tidak tinggal diam dengan membalasnya dengan meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel. Situasi semakin memanas setelah pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan tersebut yang memicu kemarahan besar dari pihak Iran.

Serangan ini bahkan meluas ke negara-negara di kawasan. Sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di negara kawasan menjadi sasaran Iran dengan tujuan melumpuhkan kekuatan militer AS. Akibatnya, ketegangan di kawasan pun semakin tidak terelakkan.

Kecaman dari negara-negara kawasan terhadap Iran pun bermunculan karena tindakan tersebut dinilai mengganggu keamanan nasional, salah satunya datang dari Qatar. Melalui Perdana Menterinya, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, Qatar mengecam tindakan Iran yang dianggap menyeret negara-negara tetangganya untuk ikut terlibat dalam konflik tersebut.

Dampak perang ini juga dirasakan pada jalur perdagangan internasional, terutama perdagangan minyak. Selat Hormuz yang menjadi jalur utama bagi kapal tanker pengangkut minyak dilaporkan ditutup oleh Iran. Penutupan ini sempat menggoyahkan harga minyak dunia.

Di tengah situasi tersebut, salah satu media Iran sempat mengklaim bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, meninggal dunia dalam serangan tersebut. Selain itu, beredar juga kabar di media sosial yang menyebut Netanyahu melarikan diri dan bersembunyi di Jerman.

Berbagai kabar tersebut memicu rasa penasaran di kalangan warganet mengenai keberadaan Netanyahu di tengah situasi perang yang melanda negaranya. Hal ini semakin memunculkan spekulasi karena ia sempat tidak muncul di hadapan publik selama empat hari.

Fakta-Fakta Terbaru Mengenai Benjamin Netanyahu

1. Benjamin Netanyahu Peringatkan Iran: Konflik Belum Selesai

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memperingatkan bahwa serangan militer Israel terhadap Iran “belum selesai”. Ia menyatakan bahwa operasi militer yang dilakukan negaranya sejauh ini telah melemahkan kepemimpinan utama Iran.

Ia mengatakan bahwa tujuan Israel adalah untuk membuat rakyat Iran dapat lepas dari belenggu pemerintahan Iran. Ia juga menegaskan bahwa berbagai langkah yang telah dilakukan Israel selama ini telah merusak struktur kekuasaan Iran. Oleh karena itu, Netanyahu menekankan bahwa urusan Israel dengan Iran “belum selesai”.

2. Beredar Rumor di Media Sosial Netanyahu Kabur ke Berlin

Di tengah konflik yang memanas, beredar rumor di media sosial yang menyebut Benjamin Netanyahu diselundupkan ke Jerman dan bersembunyi di sebuah bunker. Rumor tersebut muncul setelah pelacakan radar menunjukkan pesawat resmi pemerintah Israel, Wing of Zion, mendarat di Bandara Brandenburg Berlin pada Sabtu (7/3).

Kabar tersebut sempat memicu aksi massa di Jerman yang menolak kemungkinan Netanyahu memasuki wilayah negara itu. Penolakan tersebut muncul karena Netanyahu telah ditetapkan sebagai tersangka oleh International Criminal Court (ICC) terkait kejahatan atas serangan ke Gaza, Palestina.

Namun, melansir laporan dari Euronews, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa Netanyahu berada di Jerman, meskipun memang benar pesawat pemerintah Israel tersebut mendarat di bandara utama Berlin.

3. Media Iran Mengklaim Netanyahu Meninggal dalam Serangan

Tasnim News Agency yang berbasis di Teheran sempat mengklaim bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, tewas dalam serangan balasan yang dilakukan oleh Iran. Klaim tersebut muncul di tengah ketidakhadiran Netanyahu di hadapan publik selama empat hari yang memicu berbagai spekulasi.

Laporan dari kantor berita tersebut kemudian memunculkan beragam dugaan di media sosial, termasuk spekulasi bahwa Netanyahu benar-benar tewas dalam serangan balasan Iran. Padahal, sebelumnya ia sering menyampaikan pesan melalui video terkait situasi perang. Tidak adanya kabar tersebut memicu tanda tanya di kalangan publik.

Namun, laporan dari media Iran itu hanya disampaikan dalam bentuk tulisan tanpa disertai bukti pendukung berupa video maupun foto. Jadi, klaim mengenai kematian Netanyahu belum dapat dipastikan kebenarannya.