periskop.id - Sebuah helikopter tempur Apache milik militer Amerika Serikat jatuh di dekat Selat Hormuz. Kedua pilot yang berada di dalamnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Presiden Donald Trump membenarkan keselamatan kedua awak tersebut. Ia menegaskan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden itu.

Advertisement

"Para pilot baik-baik saja, tidak ada yang terluka," ujar Trump kepada wartawan di landasan Bandara Internasional John F. Kennedy sebelum bertolak kembali ke Gedung Putih, Selasa (9/6).

Penyebab jatuhnya Apache itu belum terungkap secara jelas. Masih diperdebatkan apakah helikopter tersebut terkena tembakan Iran, mengalami kerusakan mesin, atau ada gangguan lain.

Gedung Putih, Departemen Luar Negeri AS, dan Komando Pusat AS (CENTCOM) yang mengawasi operasi militer di Timur Tengah, sejauh ini belum mengeluarkan keterangan resmi. Laporan awal mengenai insiden ini bersumber dari New York Times yang mengutip sejumlah narasumber, sebagaimana dilansir Anadolu Agency dan Reuters.

Ketika didesak wartawan soal penyebab jatuhnya helikopter itu, Trump tidak banyak berkomentar. Ia hanya menjanjikan laporan resmi akan dirilis keesokan harinya.

Insiden ini terjadi di tengah situasi kawasan yang baru saja mereda. Israel dan Iran sempat saling melancarkan serangan militer dalam beberapa hari sebelumnya, sebelum akhirnya berhenti. Gencatan senjata yang rapuh itu sendiri diberlakukan sejak awal April lalu.

Di sisi lain, Trump mengungkapkan negosiasi dengan Iran masih terus berjalan. Ia menilai kedua pihak sudah "sangat dekat untuk mencapai kesepakatan yang sangat baik, kuat, dan menguntungkan".

Dalam operasi CENTCOM di kawasan tersebut, militer AS mengerahkan helikopter Apache bersama drone pengintai bersenjata MQ-9 Reaper, serta jet tempur F/A-18 dan F-35. Operasi itu difokuskan untuk mencegah Iran menutup Selat Hormuz yang menjadi jalur vital pelayaran komersial global.

Sejak konflik meletus pada 28 Februari lalu, Iran disebut telah menembak jatuh sekitar 30 drone Reaper milik AS. Beberapa jet tempur AS pun dilaporkan hilang, baik akibat tembakan musuh maupun friendly fire. Apache yang jatuh ini tercatat sebagai yang pertama dari jenisnya yang hilang sepanjang konflik berlangsung.

"Kita akan merilis laporannya besok, tetapi para pilot baik-baik saja," pungkas Trump.