Periskop.id - Duta Besar Amerika Serikat untuk ASEAN, Kevin Kim menyatakan negaranya siap memperluas kerja sama dengan ASEAN di bidang ekonomi digital, keamanan energi, dan ketahanan rantai pasokan mineral kritis. Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan bersama media di Jakarta.
Kevin Kim mengatakan kolaborasi tersebut akan difokuskan pada penguatan kerja sama regional yang dinilai saling menguntungkan. Menurutnya, ketiga sektor itu menjadi bagian penting dalam pengembangan kemitraan AS dan ASEAN ke depan.
“Keinginan untuk mempromosikan ekspor energi Amerika ini, menurut saya, sangat selaras dengan keinginan ASEAN untuk memiliki perjanjian keamanan minyak ASEAN yang baru-baru ini disimpulkan, serta apa artinya bagi cadangan minyak strategis ke depannya,” kata Kim saat bertemu media di Jakarta, Selasa (7/7).
Menurut Kim, AS menyambut positif Perjanjian Kerangka Kerja Ekonomi Digital ASEAN. Ia menjelaskan pemerintahnya berkomitmen mendukung implementasi kesepakatan tersebut melalui lokakarya, peningkatan kapasitas, serta kolaborasi dengan sektor swasta Amerika.
Dukungan itu disebut akan diarahkan untuk memperkuat pengembangan ekonomi digital di kawasan. Menurut Kim, sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi salah satu langkah yang disiapkan dalam kerja sama tersebut.
Pada sektor energi, Kim menjelaskan Pemerintahan Trump menempatkan ekspor energi AS sebagai salah satu prioritas utama. Menurutnya, proyek LNG Alaska menjadi andalan dalam mendukung agenda tersebut.
Selain energi, Kim mengatakan AS juga ingin memperkuat kerja sama dengan ASEAN dalam menjaga ketahanan rantai pasokan mineral kritis. Menurutnya, kolaborasi regional diperlukan agar rantai pasokan di kawasan semakin tangguh.
“Kami ingin memastikan bahwa rantai pasokan lokal di ASEAN dan negara-negara anggotanya dapat terlindungi,” kata Kim.
Kim menegaskan AS siap menjalin kerja sama, baik melalui mekanisme regional maupun bilateral, untuk menjaga keamanan energi kawasan. Upaya itu dinilai sejalan dengan kebutuhan ASEAN dalam memperkuat ketahanan pasokan energi.
Ia juga menegaskan AS tidak akan membanjiri Asia Tenggara dengan kapasitas produksi berlebih yang berpotensi melemahkan industri lokal. Menurut Kim, pendekatan tersebut selaras dengan visi ekonomi kawasan sekaligus menjadi landasan kemitraan yang saling menguntungkan.
“Dengan pendekatan itu, kami ingin membangun kemitraan yang saling menguntungkan dengan ASEAN,” pungkas Kim.
Tinggalkan Komentar
Komentar