Periskop.id - Surat kabar konservatif Iran, Hamshahri, merilis daftar berisi nama-nama yang disebut menjadi target pembalasan atas kematian pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Daftar tersebut memuat sejumlah pemimpin Amerika Serikat, Israel, hingga negara-negara Eropa.

Putra sekaligus penerus Khamenei, Mojtaba Khamenei, disebut telah bersumpah membalas kematian ayahnya. Ia menegaskan Iran telah menyusun daftar individu yang akan menjadi sasaran, tanpa merinci nama-nama yang tercantum di dalamnya.

"Pembalasan dendam adalah kehendak bangsa kita dan harus dilaksanakan," kata Mojtaba dalam pesan pertamanya sejak pemakaman ayahnya, Sabtu (11/7), dilansir kantor berita AFP, Senin (13/7/2026).

Hamshahri, media yang diterbitkan pemerintah di Teheran, merilis infografis pada Sabtu malam yang menampilkan foto 13 pemimpin asing berdampingan dengan pernyataan Mojtaba tersebut. Meski begitu, tidak ada indikasi daftar itu secara resmi didukung otoritas Iran, dan infografis tersebut tidak muncul lagi dalam edisi cetak Minggu.

Infografis itu mencakup Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, di antara nama lainnya.

Nama lain yang turut masuk daftar yaitu Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, serta Kanselir Jerman Friedrich Merz.

Serangan gabungan AS-Israel menewaskan Khamenei pada 28 Februari lalu. Insiden itu bertepatan dengan hari pertama pecahnya perang di Timur Tengah.

Selama perang berlangsung, Iran menuduh negara-negara Eropa gagal mengutuk serangan di wilayahnya. Teheran juga menilai negara-negara tersebut ikut terlibat lantaran mengizinkan pesawat militer AS melintasi wilayah udara mereka.

Ancaman balas dendam yang disampaikan Mojtaba ditegaskan tidak akan berhenti sampai para pihak yang tercantum dalam daftar menerima akibatnya.

"Para penjahat ini, yang namanya tercantum dalam daftar, akan membawa ke liang kubur mereka keinginan untuk mati dengan tenang di tempat tidur mereka," imbuh Mojtaba.