Periskop.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan Washington menyetujui permintaan Iran untuk kembali menggelar perundingan diplomatik. Pengumuman itu disampaikan Trump meski ia sekaligus menegaskan masa gencatan senjata antara kedua negara telah resmi berakhir.
Menurut Trump, pihak Iran yang lebih dulu berinisiatif mengajukan permintaan tersebut. Ia menyetujuinya, namun tetap mempertahankan sikap keras soal status gencatan senjata yang ia nyatakan sudah tidak berlaku.
"Republik Islam Iran meminta kami untuk melanjutkan perundingan. Kami menyetujuinya, tetapi AS telah menyatakan kepada mereka, dengan tegas, bahwa Gencatan Senjata sudah berakhir!" tulis Trump di Truth Social, Jumat (10/7).
Di balik layar, Qatar berperan aktif menjembatani kedua pihak. Para negosiator Qatar dilaporkan melakukan perjalanan ke Iran setelah berkoordinasi terlebih dahulu dengan pemerintahan Trump, dalam upaya meredakan ketegangan sekaligus menghidupkan kembali jalur diplomasi AS-Iran.
Hal itu dilaporkan CNN, mengutip seorang diplomat yang mengetahui langsung upaya tersebut.
Babak baru negosiasi antara Washington dan Teheran diperkirakan bakal digelar pekan depan. Swiss disebut-sebut sebagai lokasi yang kemungkinan dipilih untuk menjadi tuan rumah pembicaraan tersebut, berdasarkan laporan media AS Axios yang mengutip seorang narasumber yang mengetahui perkembangan itu.
Pengumuman berlanjutnya perundingan ini muncul di tengah ketegangan militer yang masih membara. Pasukan AS tercatat berulang kali melancarkan serangan terhadap Iran sejak awal pekan ini.
Serangan itu merupakan respons atas sejumlah insiden penyerangan terhadap kapal-kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran tersibuk dan paling strategis di dunia.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar